Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kini tancap gas mempercepat langkah menuju kemandirian pangan. Setelah menerima arahan langsung dari Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, Pemprov Kaltim menegaskan kesiapannya untuk mencapai swasembada beras dalam kurun enam bulan—jauh lebih cepat dari target sebelumnya.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa tantangan ini akan dihadapi dengan serius melalui optimalisasi lahan produktif dan penguatan peran petani generasi muda.

“Target awal dua tahun, kemudian direvisi jadi setahun, sekarang diminta enam bulan. Kita tak bisa berleha-leha, harus segera bergerak mencari dan menggarap lahan yang potensial,” ujar Seno dalam keterangan usai mengikuti rapat koordinasi rencana aksi swasembada beras di Kantor Gubernur, Kamis (15/5/2025).

Dijelaskannya, dari total 50.000 hektare lahan yang disiapkan, 20.000 hektare telah aktif dimanfaatkan. Sisanya akan difokuskan pada empat kabupaten: Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau. Pemerintah akan memanfaatkan lahan sawah tidur yang terbengkalai sejak 2017 serta membuka areal tanam baru di kawasan yang memungkinkan.

Seno menyampaikan bahwa lahan yang sudah tersedia menjadi prioritas utama, sebab pembukaan lahan baru memerlukan proses administrasi yang rumit, termasuk izin kehutanan yang memakan waktu.

“Kalau bisa kita genjot dulu yang sudah ada. Lahan baru bagus, tapi butuh proses panjang,” imbuhnya.

Dukungan pemerintah pusat pun sudah disiapkan. Kementerian Pertanian mengucurkan dana sebesar Rp 500 miliar yang dialokasikan untuk berbagai sektor pendukung: pembukaan dan optimalisasi lahan, bantuan pupuk, hingga peningkatan fasilitas irigasi.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menaruh harapan besar pada kolaborasi lintas sektor, baik dari pusat maupun daerah. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan sinergi kelembagaan akan jadi kunci keberhasilan.

“Dengan semangat bersama, saya percaya Kaltim bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, yang selama ini masih banyak dipasok dari luar,” ungkap Rudy.

Guna memastikan akselerasi ini berjalan tepat arah, rapat koordinasi antarinstansi akan digelar setiap pekan. Beberapa pihak yang akan dilibatkan di antaranya Kementerian PUPR, Balai Wilayah Sungai, Dinas Pertanian, hingga Dinas Kehutanan.

Melalui strategi terukur dan komitmen kolektif, Kaltim menargetkan dirinya tak hanya mandiri secara pangan, tetapi juga berkontribusi menjadi penopang kebutuhan beras nasional di masa mendatang. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *