Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Yenni Eviliana, menyampaikan pandangannya mengenai geliat pembangunan di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Ia melihat kemajuan proyek tersebut sebagai peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal di sekitarnya.

Menurut Yenni, percepatan pembangunan infrastruktur di IKN bukan sekadar lambang kemajuan nasional, melainkan juga potensi besar bagi daerah penyangga seperti Kaltim untuk mengalami lompatan ekonomi.

“Pembangunan di IKN sangat progresif. Ini bisa menjadi contoh yang menginspirasi daerah-daerah lain di Kaltim untuk bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Ia menilai infrastruktur yang mulai terbentuk secara signifikan membawa efek domino bagi berbagai sektor seperti jasa, perdagangan, hingga perluasan lapangan kerja. Terbukanya konektivitas, lanjutnya, akan semakin memudahkan distribusi dan mobilitas masyarakat di kawasan penyangga IKN.

Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah penyediaan akses jalan. Yenni mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan jalan di kawasan IKN patut diapresiasi karena berdampak langsung terhadap efisiensi logistik antarwilayah.

“Saya pernah menyaksikan bagaimana pengerjaan jalan bisa diselesaikan dengan cepat dan berkualitas. Kini, hal serupa terlihat di IKN, dan ini tentu memberi harapan baru bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh semata berfokus pada infrastruktur. Pemberdayaan masyarakat lokal, menurutnya, harus menjadi bagian integral dari proses pembangunan agar manfaatnya dirasakan secara merata.

Yenni berharap pemerintah turut memberi ruang sebesar-besarnya kepada pelaku UMKM, pekerja lokal, dan komunitas usaha kecil untuk terlibat aktif dalam proyek nasional tersebut.

“Keterlibatan masyarakat sekitar sangat penting agar mereka tidak hanya menjadi penonton, tapi juga bagian dari perubahan. Pertumbuhan ekonomi harus dimulai dari bawah,” tegasnya.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, sektor swasta, dan masyarakat, ia optimistis Kalimantan Timur dapat menjadi wilayah yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga tumbuh secara ekonomi dan sosial secara inklusif.

“Ini adalah momen penting untuk membentuk ekonomi daerah yang lebih mandiri dan adil. Kita harus merespons peluang dari kehadiran IKN dengan kesiapan dan keberanian,” pungkasnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *