Timesnusantara.com — Samarinda. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Samsun, menekankan pentingnya perubahan paradigma terhadap dunia pertanian. Ia menilai sektor ini tidak bisa terus dipandang sebagai pelengkap, melainkan harus dilihat sebagai sektor utama yang mampu menyokong ekonomi daerah secara signifikan.
“Sudah waktunya pertanian tidak lagi dianggap sebagai sektor bertahan hidup, tapi sebagai kekuatan ekonomi yang menjanjikan. Kaltim punya potensi luar biasa untuk itu,” ucap Samsun, Jum’at (16/5/2025).
Menurut legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut, pembangunan pertanian di Benua Etam selama ini belum didorong secara maksimal. Kurangnya pendekatan berbasis teknologi dan kebijakan yang berpihak, membuat potensi besar yang dimiliki belum sepenuhnya tergarap.
Ia juga menyinggung rendahnya pendapatan petani sebagai akar persoalan yang menyebabkan sektor ini kurang diminati oleh generasi muda. Menurutnya, bila bertani bisa memberikan penghasilan layak, minat untuk terjun ke bidang ini pasti meningkat.
“Kalau penghasilan petani bisa tembus belasan juta rupiah per bulan secara konsisten, tentu akan banyak anak muda yang tertarik. Ini bukan cuma soal profesi, tapi soal masa depan yang menjanjikan,” jelasnya.
Samsun juga menyoroti urgensi keterlibatan pemerintah dalam menjaga harga hasil pertanian tetap stabil. Ia menilai fluktuasi harga saat panen raya menjadi masalah klasik yang tak kunjung dituntaskan dan membuat posisi petani selalu di ujung tanduk.
“Kita butuh regulasi yang berpihak pada petani. Harga jual harus dijaga agar tetap menguntungkan, jangan sampai setiap kali panen besar, justru petani yang menderita,” tandasnya.
Dari sisi kelembagaan, ia memastikan DPRD Kaltim terus berupaya mendorong lahirnya regulasi yang memberikan dukungan konkret bagi para petani, mulai dari pembiayaan, akses pasar, hingga pendampingan teknologi.
“Pertanian yang dikelola secara modern, efisien, dan berbasis nilai tambah akan membawa perubahan besar. Kita ingin bertani bukan lagi pilihan terakhir, tapi justru pilihan utama,” ujarnya penuh keyakinan.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya terletak di tangan petani, melainkan harus menjadi kerja bersama antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat secara luas.
“Pertanian itu urusan strategis, menyangkut ketahanan pangan dan keberlanjutan ekonomi kita ke depan. Jadi harus jadi perhatian serius semua pihak,” tutup Samsun. (Adv/DPRDKaltim)
