Timesnusntara.com — Samarinda. Menyongsong peralihan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim), perhatian terhadap kesiapan daerah terus disuarakan. Anggota DPRD Kaltim, Muhammad Samsun, mendorong Pemerintah Provinsi untuk segera memperkuat pembangunan infrastruktur dasar di seluruh wilayah, terutama di kawasan yang selama ini belum tersentuh optimalisasi pembangunan.
Menurut Samsun, infrastruktur menjadi pondasi mutlak dalam mendukung peran strategis Kalimantan Timur sebagai tuan rumah IKN. Tanpa pemerataan pembangunan jalan, energi, layanan internet, hingga fasilitas publik, upaya pemindahan ibu kota bisa menimbulkan ketimpangan baru.
“Kaltim akan menjadi jantung pemerintahan, jadi infrastrukturnya harus disiapkan secara menyeluruh, tidak boleh hanya terpusat,” ujarnya, Selasa (20/5/2025).
Ia mengingatkan bahwa perpindahan IKN bukanlah sekadar proses fisik, melainkan momentum besar yang harus diiringi dengan kesiapan sistemik. Salah satu yang paling krusial, kata dia, adalah bagaimana pembangunan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan wilayah.
Tak hanya itu, Samsun juga menyoroti perlunya langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Ia menegaskan bahwa ketergantungan Kaltim terhadap sektor ekstraktif, seperti pertambangan, mesti segera dikurangi melalui diversifikasi sektor lain yang lebih berkelanjutan.
“Kita tidak bisa selamanya bertumpu pada sumber daya alam. Harus ada transformasi ekonomi, dan sektor seperti pertanian sangat potensial dikembangkan,” jelas politisi dari PDI Perjuangan itu.
Baginya, kolaborasi antara pembangunan fisik dan penguatan ekonomi alternatif akan menjadi modal penting untuk menjawab tantangan era baru pasca-IKN. Dengan begitu, Kalimantan Timur tak hanya menjadi simbol administratif, tetapi juga tumbuh sebagai pusat kesejahteraan masyarakat.
“Pemprov harus cepat bergerak dan merancang strategi menyeluruh agar Kaltim benar-benar siap menyongsong masa depan,” pungkasnya. (Adv/dprdkaltim)
