Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Legislator Kalimantan Timur (Kaltim), Syarifatul Sya’diah, menekankan bahwa penciptaan lapangan kerja harus menjadi prioritas utama dalam arah pembangunan daerah.

Menurutnya, isu ini sangat strategis dalam menyongsong peran baru Kaltim sebagai poros ekonomi nasional melalui pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Syarifatul menyampaikan bahwa arah kebijakan pembangunan ke depan, baik dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026, harus mencerminkan perhatian serius terhadap pemerataan dan ketersediaan kesempatan kerja.

“Peningkatan kualitas SDM tentu penting, tetapi akan kurang berarti tanpa tersedianya lapangan pekerjaan yang sesuai dan mencukupi. Kita minta agar hal ini tidak hanya menjadi pelengkap, tapi menjadi fokus utama,” ujar politisi Golkar tersebut, Jum’at (30/5/2025).

Lebih lanjut, ia memberikan dukungan terhadap rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang akan menggratiskan biaya pendidikan untuk tingkat SMA/SMK hingga perguruan tinggi mulai tahun anggaran 2025.

Syarifatul menilai kebijakan ini merupakan langkah konkret dalam menyiapkan generasi muda menghadapi persaingan di era transformasi ekonomi.

“Investasi di bidang pendidikan sangat penting. Dengan pendidikan yang mudah diakses, kita bisa mencetak SDM unggul yang tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga menjadi aktor utama di wilayah sendiri ketika pembangunan Superhub berjalan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah-langkah strategis yang telah diambil oleh Pemerintah Provinsi Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud. Menurutnya, arah pembangunan saat ini telah berada di rel yang tepat dan sejalan dengan kerangka pembangunan nasional.

“Fokus pada kesinambungan ekonomi, penguatan sektor ketenagakerjaan, dan pembangunan berbasis SDM merupakan kebijakan yang sangat tepat dalam menghadapi masa depan,” ucapnya menegaskan.

Syarifatul berharap, kolaborasi antara sektor pendidikan, dunia kerja, dan investor dapat menciptakan sistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia menilai sinergi tersebut merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi Benua Etam yang merata dan adaptif terhadap perubahan zaman. (Adv/dprdkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *