Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menegaskan komitmennya dalam menurunkan angka stunting melalui penguatan layanan posyandu di tingkat desa.

Langkah ini tak hanya difokuskan pada momentum seribu hari pertama kehidupan (HPK), namun diarahkan sebagai upaya berkelanjutan untuk memperbaiki gizi dan kesehatan seluruh kelompok usia.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menyatakan bahwa penguatan peran posyandu merupakan strategi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa posyandu harus dijaga dan dimaksimalkan tidak hanya untuk ibu hamil dan balita, tetapi juga bagi remaja dan lansia.

“Posyandu adalah titik temu pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Harus dijaga dan dimanfaatkan dengan semangat baru,” ujar Edi Damansyah, belum lama ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkab Kukar mencatat penurunan angka stunting yang cukup signifikan.

Data menunjukkan prevalensi stunting menurun dari 27,1 persen pada 2022 menjadi 14,6 persen pada 2024. Capaian ini dinilai berkat kolaborasi lintas sektor serta peran aktif para kader posyandu yang gencar melakukan edukasi dan pemantauan tumbuh kembang anak.

Edi menilai, keberadaan posyandu harus menjadi sistem yang hidup dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia meminta kepala desa untuk aktif mengawasi dan mendukung posyandu agar tidak ada yang terbengkalai.

“Saya tidak ingin mendengar ada posyandu kurang diurus. Itu tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Pendekatan Kukar dalam mengatasi stunting kini lebih menyeluruh, mencakup pemantauan gizi anak, pendampingan ibu hamil, edukasi remaja tentang gizi, serta pelayanan kesehatan lansia.

Langkah ini mencerminkan upaya menghindari ketergantungan pada momen seribu hari kehidupan, dan menjadikan kesehatan sebagai prioritas lintas generasi.

Dengan peran posyandu sebagai tulang punggung pelayanan kesehatan berbasis komunitas, Kukar berharap dapat mencetak generasi yang sehat dan produktif secara konsisten.

Pemerintah daerah juga terus mendorong inovasi layanan serta pelatihan bagi kader agar posyandu tetap adaptif dan efektif dalam menjawab tantangan zaman.

Melalui semangat kolaborasi dan perhatian menyeluruh terhadap seluruh fase kehidupan, Kukar menunjukkan bahwa perjuangan melawan stunting bukanlah tugas sesaat, melainkan perjalanan panjang menuju masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *