Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar. Upaya meningkatkan kualitas pengelolaan pemerintahan desa terus dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mendorong pembinaan intensif terhadap aparatur desa, khususnya dalam pengelolaan dana desa yang menjadi tumpuan pembangunan di tingkat lokal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Kembang Janggut, Jeky Iskandar, menegaskan bahwa penguatan kapasitas aparatur desa merupakan bagian dari tugas kecamatan untuk mendorong tata kelola desa yang profesional dan sesuai regulasi.

“Kalau berkaitan dengan tupoksi kami di bidang pemerintahan, kami melakukan penguatan terhadap aparatur desa,” ujar Jeky Iskandar, baru-baru ini.

Menurut Jeky, pengelolaan dana desa di 11 desa yang ada di wilayah Kembang Janggut sejauh ini telah berjalan dalam koridor aturan.

Namun, pembinaan tetap diperlukan agar tidak terjadi penyimpangan dan setiap tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban, dapat dilaksanakan secara akuntabel.

“Pengelolaan dana desa telah diatur dalam peraturan perundang-undangan mulai dari perencanaan, realisasi hingga pertanggungjawabannya. Jika hal ini diterapkan dengan baik, maka tidak akan terjadi penyimpangan-penyimpangan,” tambahnya.

Selain pembinaan administratif, Kecamatan Kembang Janggut juga turut melakukan pengawasan langsung terhadap proses pengelolaan dana desa. Kecamatan membentuk tim evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang bertugas memberikan asistensi dan pendampingan kepada pemerintah desa dalam menyusun dan merealisasikan anggarannya.

“Kami di kecamatan sebagai tim evaluasi APBDes memberikan asistensi dan pendampingan kepada aparatur desa,” jelasnya.

Tak hanya itu, monitoring lapangan secara rutin juga dilakukan oleh pihak kecamatan guna mengetahui secara langsung progres kegiatan yang telah dirancang oleh masing-masing desa.

Hal ini penting untuk menjamin bahwa dana desa benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

“Kami juga melakukan monitoring ke desa-desa untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di desa,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *