Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Samarinda tengah berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Meski telah berdiri sejak tahun 1982, institusi pendidikan ini belum pernah menerima penanganan serius dari pemerintah daerah. Selama bertahun-tahun, gedung sekolah dibiarkan menghadapi banjir berulang tanpa adanya solusi konkret.

Keprihatinan itu kini mendapat sorotan dari DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Anggota legislatif mendesak agar pemerintah provinsi, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, segera menempatkan rehabilitasi sekolah ini dalam daftar prioritas pembangunan daerah.

Dorongan itu disampaikan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, saat rapat bersama Disdikbud di Gedung E, Selasa (10/6/2025). Ia menegaskan pentingnya mengalokasikan anggaran perubahan 2025 untuk mulai merancang penanganan terhadap SMAN 4, dan memastikan realisasi fisiknya berjalan pada 2026.

“Kondisi bangunannya sudah lama tidak layak. Jika ini terus dibiarkan, maka kita sedang abai terhadap hak dasar anak-anak dalam memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan memadai,” katanya.

Darlis menjelaskan bahwa sekolah tersebut berada di kawasan rendah yang rawan tergenang. Setiap kali hujan mengguyur, sekolah nyaris pasti kebanjiran. Situasi ini tak hanya mengganggu proses belajar, tapi juga berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.

“Saya tahu persis karena lokasi sekolah itu dekat dengan tempat tinggal saya. Bahkan ketika hujan hanya turun sebentar, air sudah masuk ke area sekolah,” ungkapnya.

Ia juga menyayangkan bahwa selama lebih dari empat dekade, SMAN 4 belum pernah mendapatkan sokongan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim.

Menurutnya, ini menjadi cerminan dari masih timpangnya distribusi pembangunan pendidikan di wilayah tersebut.

Selain memperjuangkan perbaikan SMAN 4, Darlis juga menyinggung perlunya penambahan lembaga pendidikan baru di kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan. Lonjakan jumlah lulusan SMP setiap tahun membuat kapasitas SMA negeri tidak lagi mencukupi.

“Jika kita tidak membangun sekolah baru atau memperluas ruang kelas yang ada, maka setiap tahun kita akan dihadapkan pada masalah yang sama: daya tampung tidak mencukupi,” tuturnya.

Karena itu, ia meminta agar sinergi antara Disdikbud, Bappeda, dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) diperkuat untuk memastikan bahwa rencana ini dapat berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.

Menyinggung kemungkinan relokasi SMAN 4, Darlis menilai hal itu bisa menjadi opsi terbaik jika kondisi geografis lokasi saat ini sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki secara efektif.

“Kalau situasinya memang tak memungkinkan untuk dibangun ulang di tempat yang sama, maka relokasi adalah pilihan yang harus dipertimbangkan dari sekarang. Jangan menunggu infrastruktur ambruk dulu baru bertindak,” pungkasnya. (Adv/dprdkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *