Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mendapat perhatian nasional dalam bidang kebudayaan lewat kunjungan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon.

Kedatangannya pada akhir Mei lalu menjadi sorotan hangat, seiring dengan peresmian Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV dan digelarnya dialog budaya yang memancing antusiasme pelaku seni dan lembaga legislatif daerah.

Salah satu tanggapan datang dari anggota DPRD Kaltim, Fadly Imawan, yang menilai kunjungan tersebut bukan sekadar acara seremonial, melainkan langkah strategis memperkuat posisi budaya daerah dalam peta nasional.

Ia menyambut kehadiran menteri dengan penuh optimisme, menyebutnya sebagai energi baru bagi ekosistem kebudayaan di Benua Etam.

“Peran kementerian tidak berhenti di seremoni. Ada proses lanjutan seperti perumusan kebijakan, pendampingan teknis, dan koordinasi lintas sektor. Ini sangat penting dalam menjaga keberlangsungan budaya kita,” ungkap, Rabu (11/6/2025).

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberagaman budaya di Kaltim merupakan kekayaan yang belum sepenuhnya terekspos di level nasional, apalagi global.

Oleh karena itu, menurutnya, perlu keterlibatan banyak pihak untuk mengangkat potensi tersebut ke permukaan.

Fadly, yang akrab disapa Wawan, menilai pelestarian kebudayaan harus dilakukan dengan pendekatan yang mampu menjangkau generasi muda.

Ia menyarankan agar media sosial dan inovasi digital dijadikan alat untuk menyampaikan pesan-pesan budaya dalam format yang lebih segar dan akrab dengan dunia anak muda.

“Budaya itu tidak bisa kaku. Kita perlu mengajak anak-anak muda untuk terlibat dengan cara-cara yang relevan bagi mereka. Lewat platform digital, seni kontemporer, atau kolaborasi kreatif, semangat pelestarian bisa hidup di tengah zaman yang terus berubah,” katanya.

Ia menambahkan, pelestarian kebudayaan bukan semata-mata soal menjaga peninggalan masa lalu, melainkan juga membentuk identitas bersama yang kuat di masa kini dan mendatang.

“Budaya adalah bagian dari karakter bangsa. Dari situlah kita bisa memperkuat rasa persatuan dan mengenali nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya. (Adv/dprdkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *