Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Anwar Sanusi, menyoroti masih rendahnya budaya masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga. Hal ini menurutnya menjadi salah satu tantangan utama dalam pengelolaan sampah secara menyeluruh di Kalimantan Timur.

“Budaya membuang sampah tanpa dipilah-pilah itu masih sangat jauh dari harapan. Masyarakat kita belum terbiasa memilah mana sampah organik, non organik, dan limbah B3,” ujar Anwar saat ditemui usai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Senin (23/6/2025).

Ia menekankan pentingnya edukasi lingkungan sejak dari keluarga. Menurutnya, perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat harus dimulai dari lingkungan terkecil.

“Jadi, yang pertama harus kita edukasi adalah keluarga. Dari rumah harus sudah tahu mana itu sampah organik, mana yang non organik, dan mana yang termasuk limbah B3 atau bahan berbahaya dan beracun,” jelasnya.

Anwar mengungkapkan bahwa banyak masyarakat masih bingung dalam membedakan jenis-jenis sampah. Karena itu, menurutnya, aksi edukatif secara langsung seperti yang dilakukan Gubernur Kaltim dalam kegiatan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kesadaran publik.

“Tadi Pak Gubernur bahkan langsung turun mengedukasi masyarakat. Mudah-mudahan dengan langkah seperti ini, ke depan orang sudah bisa memilah-milah sampahnya dan tidak membuangnya sembarangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anwar mengatakan bahwa jika kesadaran memilah sampah sudah terbentuk, maka Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak lagi dipenuhi oleh sampah yang bercampur baur.

“Kalau masyarakat sudah memilah dari sumbernya, maka sampah yang masuk ke TPA bisa langsung dimanfaatkan, dipilah untuk daur ulang atau kompos. Tidak ada lagi sampah bercampur semua di TPA. Itu yang kita harapkan,” tegasnya.

DLH Kaltim terus mendorong program edukasi lingkungan yang lebih masif, baik melalui sekolah, komunitas, maupun pemerintah daerah, agar budaya memilah sampah bisa menjadi kebiasaan sehari-hari. Anwar berharap dukungan semua pihak bisa mempercepat terwujudnya pengelolaan sampah yang lebih tertib dan berkelanjutan di Kalimantan Timur. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *