Timesnusantara.com — Samarinda. Di tengah perdebatan soal lokasi pembangunan rumah sakit baru di Samarinda, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Yakob Pangedongan, menegaskan bahwa inti dari layanan kesehatan bukan sekadar letaknya yang strategis, tetapi bagaimana mutu pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Menurutnya, masyarakat akan dengan sendirinya memilih rumah sakit yang mampu memberi kenyamanan dan kepercayaan, meskipun jaraknya lebih jauh dari rumah mereka.
“Kalau pelayanannya baik, profesional, dan ramah, orang pasti mau datang walaupun lokasinya di pinggiran kota. Yang penting aksesnya mudah dan pelayanan tidak berbelit,” ujar Yakob, Selasa (24/6/2025).
Ia menilai, rumah sakit tidak bisa disamakan dengan bisnis restoran atau pusat perbelanjaan yang mengandalkan lokasi premium. Sektor kesehatan memiliki ukuran keberhasilan yang berbeda, yaitu kepuasan dan kepercayaan masyarakat.
“Rumah sakit bukan tempat cari cuan. Di sini yang utama adalah bagaimana pasien merasa aman, cepat ditangani, dan tidak dipersulit dengan birokrasi yang panjang,” tambahnya.
Yakob juga menyoroti pentingnya pembenahan manajemen layanan rumah sakit, terutama pada sistem administrasi yang selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat.
“Pasien datang ke rumah sakit karena butuh pertolongan, bukan ingin dibuat menunggu lama atau disibukkan dengan dokumen yang rumit. Sistemnya harus cepat dan tanggap,” tegasnya.
Sebagai refleksi, ia mengingatkan kembali tentang tutupnya Rumah Sakit Darjad. Meski terletak di pusat kota, rumah sakit itu gagal bertahan karena pelayanan yang tidak mampu memenuhi ekspektasi masyarakat.
“Pelajaran dari RS Darjad jelas. Lokasi strategis tidak cukup tanpa pelayanan yang baik. Kalau masyarakat kecewa, mereka akan meninggalkan,” kata Yakob.
Di sisi lain, ia mencontohkan Rumah Sakit Muis yang kini semakin diminati warga meski lokasinya jauh dari pusat kota.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat mulai tumbuh berkat perbaikan mutu layanan rumah sakit tersebut.
“Dulu banyak orang malas ke RS Muis karena jauh. Tapi sekarang, karena pelayanannya makin baik, masyarakat tidak ragu lagi berobat ke sana,” jelasnya.
Yakob pun mengajak pemerintah kota dan pengelola rumah sakit untuk berhenti memperdebatkan lokasi dan mulai fokus memperbaiki kualitas layanan medis.
“Masyarakat butuh rumah sakit yang cepat menangani pasien, ramah terhadap semua kalangan, dan memiliki tenaga medis yang profesional. Lokasi itu nomor dua, pelayanan yang utama,” pungkasnya. (R)
