Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kukar. Di tengah upaya efisiensi anggaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara memastikan program pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana SD tetap berjalan.

Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana SD Disdikbud Kukar, Al Adawiyah, menjelaskan bahwa efisiensi tidak selalu berdampak negatif selama diarahkan ke pos yang tepat.

“Masih bisa berjalan, meskipun dalam kondisi efisiensi. Tapi itu tergantung efisiensinya diarahkan ke mana. Kalau efisiensi itu dilakukan terhadap perjalanan dinas dan dialihkan untuk pembangunan, misalnya ruang kelas, itu justru bagus,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan agar efisiensi tidak dilakukan secara asal. Menurutnya, dana yang ada sebaiknya digunakan untuk kebutuhan yang krusial seperti rehabilitasi toilet sekolah.

“Kami punya data kebutuhan toilet untuk SD se-Kukar. Selain itu, kami juga punya data kebutuhan rehabilitasi ruang kelas, rumah guru, ruang tata usaha, UKS, dan ruang lainnya seperti perpustakaan dan ruang guru,” tambahnya.

Terkait pengajuan bantuan dari sekolah, Al Adawiyah menegaskan bahwa tidak semua permintaan akan langsung disetujui. Pihaknya melakukan verifikasi secara menyeluruh, termasuk mengecek status lahan.

“Kalau ternyata masih sengketa, meskipun sudah ada anggaran, kami tahan dulu. Harus diselesaikan dulu persoalan lahannya,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa usulan dari anggota DPRD Kukar pun tidak langsung diterima tanpa verifikasi. Jika status lahan bermasalah, maka akan didiskusikan untuk kemungkinan pengalihan ke sekolah lain yang lebih siap.

Lebih lanjut, Al Adawiyah mengatakan bahwa pihaknya memiliki target agar satu sekolah dapat diselesaikan seluruh kebutuhannya dalam satu tahun.

“Misalnya SD 035 Tenggarong, kami selesaikan semua kebutuhannya dalam satu kali. Jadi tahun depan kami tidak perlu lagi memikirkan sekolah itu dan bisa beralih ke sekolah lain,” jelasnya.

(Adv. R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *