Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengakselerasi upaya peningkatan layanan dasar bagi masyarakat dengan menitikberatkan pada tiga aspek penting: pendidikan, konektivitas internet, dan jaminan kesehatan.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa ketiga sektor ini menjadi prioritas utama Pemprov dalam mendorong kesejahteraan yang merata di seluruh wilayah Kaltim.

“Kami terus berupaya agar layanan pendidikan bisa diakses secara luas tanpa beban biaya. Memang masih ada kekurangan di lapangan, tapi kami terbuka untuk perbaikan. Kritik adalah bagian dari proses menuju program yang lebih baik,” kata Seno Aji, Minggu (6/7/2025).

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah telah meluncurkan kebijakan sekolah gratis. Program ini ditujukan untuk membuka kesempatan pendidikan yang lebih adil dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Meski implementasinya masih dalam tahap pengembangan, sejumlah manfaatnya mulai dirasakan warga.

Sementara itu, terkait penguatan infrastruktur digital, Pemprov Kaltim juga sedang memperluas layanan internet gratis di wilayah perdesaan. Targetnya, sebanyak 841 desa bakal terhubung dalam lima tahun ke depan, dengan fokus utama pada daerah-daerah yang selama ini minim akses, seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Berau.

“Konektivitas digital bukan sekadar soal internet, tapi juga untuk mempercepat transformasi layanan publik dan ekonomi digital di daerah-daerah yang selama ini tertinggal,” jelasnya.

Di sektor kesehatan, pemerintah daerah menunjukkan keberpihakan kepada kelompok rentan dengan membayarkan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat miskin.

Program ini ditujukan agar warga kurang mampu tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus terbebani biaya premi.

“Pembayaran iuran BPJS bagi warga kurang mampu sudah kami lakukan. Kami terus memperbaiki data penerima agar lebih tepat sasaran,” tambah Seno Aji.

Ketiga inisiatif tersebut merupakan bagian dari visi besar Pemprov Kaltim dalam menciptakan keadilan sosial dan pembangunan yang merata. Dengan sinergi antara pendidikan, infrastruktur digital, dan layanan kesehatan, pemerintah daerah optimis dapat mewujudkan transformasi layanan dasar yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa mendatang. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *