Timesnusantara.com — Samarinda. Komitmen Kalimantan Timur (Kaltim) dalam membangun budaya ramah lingkungan di sektor pendidikan kembali menunjukkan hasil positif. Tahun ini, sebanyak 54 sekolah di Kaltim meraih penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi, sebuah pengakuan atas upaya nyata sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang berwawasan lingkungan hidup.
Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, atau yang akrab dikenal dengan sapaan Harum, dalam sebuah acara di Gedung Olah Bebaya, kawasan Kantor Gubernur Kaltim.
Dalam sambutannya, Rudy menegaskan bahwa prestasi ini bukan sekadar raihan administratif semata, tetapi merupakan wujud nyata pendidikan karakter melalui cinta lingkungan.
“Kesadaran untuk menjaga lingkungan harus menjadi bagian penting dari pembentukan karakter anak-anak kita di sekolah. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tapi harus menjadi kebiasaan hidup sehari-hari,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud.
Jika dilihat dari distribusinya, Samarinda menjadi daerah dengan jumlah sekolah penerima terbanyak, yakni 21 sekolah. Kemudian diikuti oleh Kutai Kartanegara dan Balikpapan masing-masing 8 sekolah, Paser 5 sekolah, Penajam Paser Utara dan Bontang masing-masing 4 sekolah, serta Kutai Timur dan Berau masing-masing 2 sekolah.
Rudy juga mengingatkan bahwa penghargaan Adiwiyata bukanlah akhir dari perjuangan. Ia menilai, tantangan terbesar justru bagaimana sekolah mampu menjaga dan meningkatkan budaya peduli lingkungan secara konsisten.
“Yang lebih penting adalah bagaimana sekolah terus menumbuhkan budaya ramah lingkungan secara berkelanjutan. Tahun depan, saya berharap lebih banyak sekolah yang mengikuti jejak mereka yang sudah mendapatkan penghargaan hari ini,” tambahnya.
Pemprov Kaltim berharap, keberhasilan para sekolah Adiwiyata ini bisa menjadi contoh inspiratif bagi lembaga pendidikan lainnya.
Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah membentuk generasi yang sadar lingkungan dan bertanggung jawab terhadap bumi tempat mereka hidup. (Adv Diskominfo Kaltim)
Penulis: Rey | Editor: Redaksi
