Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk membangun masa depan generasi muda tanpa sekat-sekat ekonomi akhirnya diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) program Gratispol bersama sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Senin (7/7/2025).

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud secara langsung menegaskan bahwa program Gratispol merupakan langkah nyata membebaskan mahasiswa baru dari beban biaya pendidikan.

“Mulai tahun ini, seluruh biaya pendaftaran hingga pembayaran uang kuliah mahasiswa baru kita tanggung lewat APBD Kaltim 2025. Tahun depan, kita lanjutkan untuk mahasiswa semester dua hingga delapan,” ujar Rudy Mas’ud dalam sambutannya.

Program Gratispol bukan sekadar bantuan pendidikan biasa. Rudy menegaskan bahwa ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia (SDM) Kaltim yang mumpuni dan mampu bersaing di level nasional hingga internasional.

Ia menargetkan dalam 5 hingga 10 tahun mendatang, SDM Kaltim bisa sejajar bahkan memimpin di antara provinsi lain. Terlebih lagi, Rudy menyadari bahwa ketergantungan Kaltim pada sumber daya alam (SDA) tidak bisa bertahan selamanya.

“SDA kita akan habis, maka kita harus bertransformasi. Investasi terbaik untuk 100 hingga 1000 tahun ke depan adalah pendidikan,” tegasnya.

Gratispol didesain terbuka untuk semua, tanpa membedakan asal suku, agama, atau latar belakang sosial. Rudy mengajak seluruh elemen pendidikan, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta, untuk berperan aktif menyukseskan program ini.

Tak hanya itu, Pemprov Kaltim juga menerapkan sistem distribusi kuota yang merata. Jika tahun lalu ada 1.000 mahasiswa baru, maka tahun ini kuotanya bisa naik maksimal 10 persen menjadi 1.100 mahasiswa. Ini untuk memastikan pemerataan di seluruh kampus di Kaltim dan menghindari penumpukan mahasiswa di jurusan tertentu.

Untuk mahasiswa kedokteran, Pemprov juga menetapkan batasan UKT yang akan ditanggung, yaitu antara Rp5 juta hingga Rp15 juta sesuai program studi yang diambil.

Dalam jangka panjang, Pemprov Kaltim juga berencana menghadirkan standar pendidikan tinggi berkualitas di dalam daerah. Tak hanya mengirim mahasiswa ke luar Kaltim, Pemprov ingin membawa dosen-dosen unggulan dari perguruan tinggi top nasional hingga internasional ke Bumi Etam.

“Kita akan bawa kualitas kampus top ke Kaltim, agar anak-anak kita tidak perlu jauh-jauh menuntut ilmu. Kita akan ubah sistemnya secara bertahap,” kata Rudy.

Gubernur Rudy mengaku bersyukur karena seluruh PTS mitra sudah siap menggerakkan data mahasiswa baru tahun ajaran 2025/2026 untuk diintegrasikan ke program Gratispol tanpa menunggu lama.

Ia mengajak seluruh pihak terus mengawal pelaksanaan Gratispol agar berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kaltim.

“Kita membangun generasi emas. Ini bukan sekadar program, tapi komitmen besar untuk masa depan Kalimantan Timur,” pungkasnya. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *