Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menekankan pentingnya jalur dialog dan musyawarah sebagai pendekatan utama dalam menyelesaikan ketegangan seputar rencana pembangunan rumah ibadah di Kelurahan Sungai Keledang. Ia meminta semua pihak menahan diri dan menghindari tindakan yang bisa memperuncing suasana.

Menurut Samri, persoalan ini muncul karena adanya kekeliruan dalam proses administratif awal yang dilakukan oleh pihak pemohon.

Ia menyoroti bahwa dalam dokumen pengajuan awal, terdapat unsur bahasa yang kurang gamblang terkait permohonan izin bangunan.

“Kalau sejak awal permohonannya disusun dengan terang dan sesuai prosedur, saya yakin persoalan ini tidak akan berkembang sejauh ini,” ujarnya, Kamis (10/7/2025).

Samri menjelaskan bahwa pengajuan izin mendirikan bangunan rumah ibadah tidak bisa hanya mengandalkan satu aspek saja. Ia menilai, meskipun Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) telah memberi rekomendasi, tetap dibutuhkan kelengkapan administratif dan keterbukaan sejak awal.

“Rekomendasi FKUB itu penting, tapi tak bisa berdiri sendiri. Harus ada transparansi sejak permohonan awal agar tidak menimbulkan penafsiran yang keliru di masyarakat,” jelasnya.

Baginya, pendirian rumah ibadah adalah hak setiap warga negara, namun harus diiringi dengan pertimbangan legalitas dan kondisi sosial di sekitarnya. Karena itu, ia mengajak agar seluruh pihak duduk bersama mencari jalan tengah yang adil.

“Kalau ada ketidaksesuaian atau keberatan dari warga, bukan berarti harus dibawa ke meja hijau. Musyawarah adalah langkah paling bijak agar semua pihak merasa didengar,” katanya.

Samri menambahkan, menjaga ketenteraman dan keharmonisan antarumat beragama menjadi tanggung jawab bersama. Maka dari itu, pendekatan dialogis harus dikedepankan sebelum muncul gejolak sosial yang tidak diinginkan.

“Ini bukan soal setuju atau tidak setuju, tapi bagaimana prosesnya berjalan sesuai aturan dan tetap menjaga kerukunan. Mari kita cari solusi bersama, bukan saling menyalahkan,” tutupnya. (Adv/dprdsamarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *