Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Penanganan banjir di Samarinda kembali menjadi sorotan serius dalam agenda kerja DPRD. Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menekankan perlunya perencanaan komprehensif dan berjangka panjang dalam menghadapi masalah banjir yang tak kunjung usai di Ibu Kota Kalimantan Timur tersebut.

Pernyataan itu ia sampaikan usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, beberapa waktu lalu, yang membahas evaluasi serapan anggaran tahun berjalan serta proyeksi program pada tahun anggaran 2026.

“Dari enam sektor kerja yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR, penanganan banjir masih jadi yang paling krusial. Ini tidak bisa ditangani secara biasa-biasa,” ujar Deni.

Ia mengingatkan agar penanggulangan banjir tidak dilakukan dengan pendekatan proyek tahunan yang sifatnya tambal sulam.

Menurutnya, dibutuhkan rencana induk atau peta jalan (roadmap) yang menyasar akar permasalahan dan menjangkau berbagai titik rawan banjir secara sistematis.

“Kalau hanya dikerjakan spot per spot, sementara pola aliran air dan elevasi kawasan tidak dihitung matang, maka hasilnya tetap tidak maksimal. Harus ada grand design yang konsisten dijalankan,” tegasnya.

Komisi III, kata Deni, siap memberikan dukungan penuh, baik melalui fungsi pengawasan maupun penguatan anggaran di Badan Anggaran (Banggar), asalkan program yang diajukan benar-benar menyasar penyelesaian jangka panjang.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi teknis agar masyarakat bisa memahami skema penanganan yang sedang berjalan.

Oleh karena itu, Deni mendorong Dinas PUPR untuk melengkapi setiap program dengan data lapangan dan peta drainase yang bisa dijadikan acuan saat sosialisasi di masyarakat.

“Kita ingin ketika masyarakat bertanya soal banjir di lingkungannya, pemerintah bisa menjelaskan secara gamblang, di mana titik penyumbatnya, mengapa air tak mengalir, dan apa solusi yang sedang atau akan dijalankan,” jelasnya.

Dengan sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif serta didukung dengan data yang solid, Deni optimistis upaya menjadikan Samarinda kota yang lebih tahan bencana bisa terwujud secara bertahap namun pasti. (Adv/dprdsamarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *