Timesnusantara.com — Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah mengakselerasi penyediaan layanan internet gratis bagi seluruh desa di wilayahnya. Upaya ini merupakan bagian dari visi digitalisasi pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Menurut Seno Aji, hingga pertengahan tahun ini, sekitar 200 desa sudah menikmati akses internet tanpa biaya. Fasilitas tersebut sebagian besar terpasang di kantor desa dan titik-titik pelayanan publik.
Namun demikian, program ini tak semata soal kuantitas. Pemprov menaruh perhatian serius terhadap desa-desa yang selama ini belum tersentuh jaringan digital, terutama yang berada di kawasan pedalaman dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Berau adalah contoh daerah yang menjadi fokus utama kami selanjutnya. Kami ingin pemerataan akses ini benar-benar terasa hingga pelosok,” jelas Seno Aji, Minggu (13/7/2025).
Langkah tersebut merupakan bagian dari program unggulan Gratispol yang bertujuan memperluas jangkauan layanan berbasis digital. Internet gratis diharapkan dapat menjadi sarana pembuka akses terhadap pendidikan, informasi, hingga pelayanan publik yang selama ini sulit dijangkau.
Seno menegaskan, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam implementasi program ini. Ia menyambut baik segala bentuk kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan.
“Silakan sampaikan saran atau kritik, asalkan sifatnya membangun. Semua itu kami perlukan agar kebijakan ini bisa dijalankan secara maksimal,” ucapnya.
Ia juga mengakui bahwa tidak ada program yang berjalan mulus tanpa tantangan. Termasuk dalam hal penyediaan internet desa, berbagai kendala teknis maupun nonteknis tentu akan dihadapi.
Namun dengan kolaborasi yang kuat antara pemprov dan masyarakat, ia optimis target menjangkau 841 desa dalam lima tahun ke depan bisa direalisasikan.
“Ini bukan sekadar soal fasilitas, tapi komitmen kami membuka jalan menuju keadilan akses informasi bagi seluruh rakyat Kaltim, sampai ke desa-desa terpencil sekalipun,” tandasnya.
Program ini diharapkan tak hanya memperkuat sistem pelayanan di desa, tetapi juga menggerakkan produktivitas warga serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis teknologi digital. (Adv Diskominfo Kaltim)
Penulis: Rey | Editor: Redaksi
