Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jangkauan akses digital hingga ke pelosok daerah. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, secara khusus meminta PT Telkom untuk segera mempercepat pemerataan jaringan internet, termasuk di wilayah terpencil yang selama ini minim konektivitas.

Rudy menekankan bahwa akses digital bukan lagi kebutuhan sekunder, melainkan kebutuhan primer yang harus dipenuhi guna menunjang pembangunan yang merata. Ia menyebut, masih banyak wilayah di Kaltim, seperti Kutai Timur bagian pedalaman, Berau utara, hingga kawasan perbatasan seperti Mahakam Ulu dan Paser yang belum tersentuh layanan digital secara maksimal.

“Kami ingin setiap warga, termasuk mereka yang tinggal di wilayah hutan, perkebunan, dan kawasan tambang, memiliki akses yang sama terhadap teknologi dan informasi,” tegas Rudy, Sabtu (19/7/2025).

Gubernur Rudy menyampaikan bahwa pemerataan digital bukan sekadar wacana, tetapi bagian dari strategi besar nasional untuk mendorong transformasi layanan publik dan pendidikan yang berbasis teknologi. Oleh karena itu, percepatan pembangunan infrastruktur digital menjadi hal yang tak bisa ditawar.

Salah satu pendekatan yang ia dorong adalah kolaborasi antara Telkom dan PLN untuk membangun jaringan fiber optik yang terintegrasi dengan jalur kabel listrik. Solusi ini dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan membangun banyak menara BTS (Base Transceiver Station) yang membutuhkan investasi besar dan waktu panjang.

“Fiber optik yang menyatu dengan kabel PLN bisa menghadirkan layanan internet sampai ke desa-desa. Nantinya warga tak harus bergantung pada sinyal GSM untuk bisa terhubung, cukup dengan akses Wi-Fi yang stabil,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Head of Area Telkom Bontang dan Kutai Timur, Ari Iryanto, mengungkapkan bahwa dari total 140 desa di Kutai Timur, sebanyak 103 desa sudah terhubung jaringan internet, sementara 37 desa lainnya masih mengalami blankspot.

Ari juga menjelaskan bahwa 18 kecamatan di kabupaten tersebut kini telah dijangkau oleh layanan internet, dan Telkomsel telah mengoperasikan 265 perangkat untuk memperluas cakupan layanan seluler yang kini menjangkau sekitar 73 persen wilayah Kutim.

Dengan dukungan lintas sektor ini, Gubernur Rudy optimistis bahwa percepatan digitalisasi di Kaltim akan segera terwujud, demi memastikan tak ada satu pun daerah yang tertinggal dalam peta transformasi digital nasional. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *