Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Legislator Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi pendidikan vokasi di daerah. Menurutnya, sistem pendidikan kejuruan, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), perlu berbenah secara serius agar mampu menjawab tantangan zaman.

Agusriansyah menegaskan bahwa program-program pendidikan gratis seperti GratisPol patut diapresiasi, namun tidak cukup hanya sebatas penghapusan biaya. Ia menekankan perlunya pembaruan kurikulum agar selaras dengan kebutuhan industri masa depan.

“Program seperti GratisPol adalah awal yang baik, tapi yang lebih krusial adalah memastikan bahwa arah pendidikan vokasi kita benar-benar sesuai dengan perkembangan dunia kerja,” ujarnya, Senin (21/7/2025).

Agusriansyah menyoroti pentingnya pembentukan jurusan-jurusan baru yang menjawab dinamika pasar kerja modern. Salah satu gagasan yang ia usulkan adalah pengembangan jurusan pertanian modern berbasis teknologi digital.

Ia menyebutkan perlunya pengenalan teknologi seperti drone, sistem mekanisasi cerdas, serta pemanfaatan pertanian presisi di dunia pendidikan.

“Sektor pertanian ini masih sangat potensial. Kalau dipadukan dengan teknologi modern, bisa menjadi peluang besar bagi lulusan SMK. Kita harus berpikir jauh ke depan,” katanya.

Tidak hanya pertanian, ia juga menyoroti pentingnya menampung potensi ekonomi kreatif dalam bentuk jurusan-jurusan baru di SMK, seperti konten kreator dan youtuber. Ia menilai industri digital telah menjadi sektor yang mampu menyerap tenaga kerja muda dalam jumlah besar.

“Anak-anak sekarang punya daya kreatif tinggi. Tinggal bagaimana kita fasilitasi lewat jurusan yang tepat, lengkap dengan pelatihan produksi, alat kerja digital, hingga sertifikasi profesi,” tegas politisi PKS itu.

Ia mengingatkan bahwa pendidikan kejuruan harus menjadi pilar utama pembangunan jangka panjang di Kaltim, bukan sekadar formalitas administrasi atau proyek populis. Tanpa relevansi antara kurikulum dan kebutuhan dunia kerja, Agusriansyah khawatir akan lahir lulusan yang sulit berkompetisi.

“Kalau jurusannya stagnan dan tidak mengikuti perkembangan industri, lulusan SMK akan tertinggal. Pendidikan gratis harus jadi fondasi untuk melahirkan generasi tangguh, bukan justru mencetak pengangguran baru,” paparnya.

Ia pun mendorong agar pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan pendidikan dapat menyusun peta jalan baru untuk SMK, dengan fokus pada kompetensi masa depan berbasis teknologi, digitalisasi, dan kreativitas.

“Keberanian dalam berinovasi di sektor pendidikan akan menentukan apakah Kalimantan Timur siap menyambut era baru industri dan ekonomi digital. Dan itu semua harus dimulai dari sekarang,” tutupnya. (Adv/dprdkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *