Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Proyek jalan lingkar (Ring Road) Samarinda yang diharapkan menjadi akses utama menuju Bandara APT Pranoto kembali tertunda pelaksanaannya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memutuskan untuk menangguhkan kelanjutan proyek tersebut hingga tahun depan, menyusul adanya pergeseran fokus anggaran daerah.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, menyebutkan bahwa dari sisi teknis, progres di lapangan sejatinya sudah berada di tahap akhir. Pembukaan lahan sudah hampir rampung dari Ring Road tahap satu hingga jalur menuju bandara. Beberapa segmen bahkan sudah dapat dilalui.

“Kalau soal teknis sebenarnya tidak ada kendala besar. Lahannya hampir seluruhnya dibebaskan, tinggal sedikit di daerah Mahulu,” kata Subandi, Senin (21/7/2025).

Namun, keputusan pemerintah untuk menunda pelaksanaan pembangunan pada tahun ini dilakukan karena alasan penyesuaian fiskal. Beberapa program prioritas lainnya dianggap membutuhkan alokasi dana yang lebih mendesak.

“Anggarannya sempat dialokasikan, tapi kemudian direalokasi untuk program yang dianggap lebih prioritas tahun ini. Jadi pengerjaan jalan lingkar ini ditunda,” jelas Subandi.

Kendati demikian, pihak legislatif memastikan bahwa proyek ini akan tetap menjadi perhatian serius, khususnya dalam pembahasan APBD 2026. Subandi menegaskan komitmen DPRD untuk terus mendorong realisasi fisik proyek pada tahun mendatang.

Menurutnya, keberadaan Ring Road tidak hanya penting sebagai jalur strategis ke bandara, tetapi juga menjadi penopang utama sistem transportasi perkotaan yang modern dan efisien.

Ia menilai kota Samarinda sebagai ibu kota provinsi harus memiliki sarana infrastruktur yang mencerminkan peran strategisnya.

“Kalau akses ke bandara terhambat, tentu akan berimbas pada mobilitas masyarakat, wisatawan, maupun kelancaran arus barang,” imbuhnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa jalan lingkar ini akan menjadi penghubung penting antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor logistik dan distribusi.

“Ini bukan sekadar proyek pembangunan jalan, tapi investasi jangka panjang untuk struktur transportasi Kalimantan Timur ke depan,” ucapnya.

Subandi juga mengajak seluruh unsur pemerintah dan DPRD agar memiliki visi yang selaras dalam menyelesaikan proyek ini, karena menyangkut kepentingan strategis kota dan provinsi dalam jangka panjang.

“Kalau kita bicara tentang kesiapan kota menyambut masa depan, maka Ring Road tak bisa terus ditangguhkan. Ini menyangkut arah pembangunan yang berkelanjutan dan terencana,” tutupnya. (Adv/dprdkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *