Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini berjalan melalui pola kolaboratif yang melibatkan pelaku lokal, pemerintah, dan komunitas.

Pada tahun ini Pemerintah Kecamatan Loa Janan berfokus pada pembangunan diarahkan pada penciptaan ekosistem kreatif yang tumbuh dari basis desa.

Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, menuturkan bahwa sinergi antara pemerintah kecamatan dan Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) terus ditingkatkan untuk membangun koneksi lintas subsektor.

Komunikasi pun juga rutin dilakukan untuk mengidentifikasi potensi lokal dan menyusun strategi pengembangan yang sesuai karakter wilayah.

Menurut Hery, kekuatan utama sektor ini tidak berdiri pada pelaku semata, melainkan pada ekosistem yang terbentuk dari jejaring, dukungan kebijakan, dan keberlanjutan kegiatan.

Di Loa Janan, seni pertunjukan menjadi wajah dominan ekonomi kreatif, dengan aktivitas yang hidup di hampir seluruh desa.

Selain seni pertunjukan, seni rupa juga mulai menunjukkan geliat positif, terutama dari komunitas airbrush yang menggelar kegiatan rutin tahunan. Pola ini, kata Hery, menjadi sinyal bahwa keragaman subsektor tengah bergerak ke arah yang lebih stabil.

Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Pariwisata juga ikut memberi ruang kepada pelaku kreatif. Dalam pelaksanaan agenda tahun ini, Kekraf mendapat kepercayaan penuh untuk mengelola kegiatan, sebuah bentuk apresiasi atas kerja nyata komunitas.

“Semoga ke depan, program-program ekonomi kreatif di seluruh kecamatan bisa diberi ruang yang lebih luas agar tumbuh bersama,” ujar Hery sapaan akrabnya, pada Senin (21/7/2025).

Di tingkat kecamatan, panggung kreatif dijadwalkan berlangsung setidaknya sekali dalam setahun. Meskipun pelaksana teknis dipegang oleh komunitas, pihak kecamatan memberikan dukungan penuh untuk memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai rencana.

Kemudian, pada pertunjukan budaya dan kegiatan kreatif di desa-desa terus berkembang sebagai fondasi penguatan ekosistem. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan ruang kreasi yang saling terhubung antara desa satu dengan lainnya.

Dengan keterlibatan semua pihak, pemerintah kecamatan percaya pertumbuhan ekonomi kreatif dapat diarahkan menuju sistem yang tangguh dan berkelanjutan. Kolaborasi menjadi kunci utama agar potensi lokal tidak berhenti di satu titik, tetapi terus bergerak dan memberi dampak nyata.

“Jika semua desa saling mendukung, ekosistem ini akan tumbuh kuat dan membawa manfaat luas bagi masyarakat,” pungkas Hery.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *