Timesnusantara.com — Samarinda. Banyaknya perhelatan acara di Kota Samarinda dinilai belum berdampak optimal terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, yang menilai masih lemahnya strategi promosi sebagai penyebab utamanya.
Menurut Viktor, meski Samarinda terbilang aktif menyelenggarakan berbagai event, kekurangan utama terletak pada aspek publikasi yang belum mengangkat kekayaan budaya lokal secara menyeluruh.
“Kita punya banyak agenda kegiatan, tapi kurang di sisi promosi. Padahal kekuatan Samarinda salah satunya ada di budaya lokal yang seharusnya bisa jadi daya tarik,” ucap Viktor, Senin (21/7/2025)
Ia menjelaskan bahwa pengenalan budaya seharusnya tidak hanya dilakukan saat pelaksanaan event, tetapi sudah ditanamkan sejak awal promosi agar memberi kesan kuat dan mengundang rasa ingin tahu wisatawan.
Untuk itu, ia mendorong penyusunan kalender event yang memuat agenda-agenda budaya dan pariwisata, lalu disebarluaskan secara strategis di titik-titik keramaian seperti hotel, ruang publik, dan fasilitas umum lainnya.
“Promosinya jangan hanya di kantor wali kota. Coba di hotel-hotel, kafe, kantor-kantor, dan tempat umum lainnya. Supaya orang yang baru datang langsung tahu ada apa saja di Samarinda,” tegasnya.
Viktor juga menyoroti perlunya Kota Samarinda belajar dari daerah lain yang telah sukses dalam manajemen promosi wisata, seperti Yogyakarta. Ia menilai sistem informasi dan promosi yang sistematis bisa menjadi inspirasi.
“Kalau kita lihat Yogyakarta, kalender budayanya lengkap, tempat wisatanya terpublikasi dengan baik, semua mudah diakses. Kita belum sampai ke sana. Bisa saja tiru cara mereka, bukan berarti lemah, justru itu langkah strategis,” paparnya.
Lebih jauh, ia berharap Pemerintah Kota Samarinda segera mengambil langkah konkrit dalam memperkuat promosi berbasis budaya, agar kota ini tak hanya ramai oleh kegiatan, tapi juga mampu memancarkan identitas khas yang melekat.
Langkah ini, kata Viktor, akan sangat mendukung tumbuhnya sektor ekonomi kreatif sekaligus menjadikan Samarinda sebagai kota tujuan wisata budaya, bukan sekadar tempat singgah event semata.
“Kita ingin Samarinda punya ciri khas yang dikenang. Kalau promosi dibenahi, event bisa jadi pintu masuk wisatawan dan penggerak ekonomi,” pungkasnya. (Adv/drpdsamarinda)
