Timesnusantara.com — Samarinda. Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Ma’sud, menyuarakan keprihatinannya terhadap kesenjangan fasilitas pendidikan yang masih terjadi di berbagai wilayah di Benua Etam. Ia menyoroti bahwa hingga kini, sejumlah sekolah di kawasan pelosok belum mendapatkan dukungan infrastruktur yang layak, bahkan masih bergelut dengan minimnya jumlah tenaga pendidik.
“Bayangkan saja, masih ada anak-anak yang belajar di ruang kelas tanpa meja dan kursi, sementara jumlah guru pun sangat terbatas. Ini menyangkut masa depan, bukan sekadar soal teknis,” ucap Hasanuddin, Selasa (22/7/2025).
Ia menilai bahwa sektor pendidikan semestinya menjadi prioritas utama dalam pengalokasian anggaran daerah. Menurutnya, keberpihakan dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sangat diperlukan agar pembangunan pendidikan tidak hanya terfokus di kota-kota besar.
Hasanuddin juga menyinggung kurangnya fasilitas penunjang pembelajaran seperti laboratorium, ruang praktik, dan pusat kegiatan ilmiah di banyak sekolah. Kondisi ini, menurutnya, memperlebar kesenjangan antarwilayah dalam mengimplementasikan kurikulum nasional secara optimal.
“Tidak semua sekolah di Kaltim bisa menjalankan kurikulum seperti yang diharapkan. Banyak yang kesulitan karena fasilitas dan kualitas SDM-nya belum memadai,” jelasnya.
Untuk itu, ia mendorong agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur segera mengambil langkah konkret dengan melakukan pemetaan wilayah pendidikan yang tertinggal, lalu mengarahkan intervensi secara strategis.
Hasanuddin menyatakan bahwa Kaltim memiliki kapasitas fiskal yang cukup besar, sehingga sebenarnya tidak ada alasan untuk membiarkan ketimpangan ini terus berlanjut. Kuncinya adalah komitmen dan kehendak politik dari seluruh pihak terkait.
“Kalau kita benar-benar ingin pendidikan menjadi jembatan kemajuan, maka pemerataan akses dan kualitasnya harus jadi prioritas. Jangan biarkan anak-anak di pelosok terus tertinggal hanya karena tempat tinggal mereka jauh dari pusat kota,” tegas politisi yang akrab disapa Hamas itu. (Adv/dprdkaltim)
