Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Semangat kebersamaan kembali digaungkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-22.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata sinergi antara Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta nilai-nilai sosial.

Pelaksanaan BBGRM tahun ini dibagi ke dalam empat zona kerja yang tersebar di Tenggarong dan Tenggarong Seberang.

Telihat sejak pagi, pada Minggu (20/7/2025), ratusan ASN dari 38 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlihat antusias membersihkan area publik, mulai dari taman kota, jembatan, hingga kawasan stadion.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kukar, Dafip Haryanto, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan budaya gotong royong yang telah menjadi ciri khas masyarakat Indonesia, khususnya di Kukar. Ia menyebutkan, gotong royong bukan hanya warisan budaya, tetapi juga pilar dalam membangun partisipasi aktif terhadap program pemerintah.

“Semangat ini harus kita hidupkan kembali, agar tumbuh kesadaran bersama bahwa kemajuan daerah dimulai dari keterlibatan setiap warga dalam menjaga lingkungannya,” ujar Dafip disela sela kegiatan.

Pencanangan BBGRM tahun ini juga berlangsung secara simbolis di Dermaga Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, yang dipimpin langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

Kegiatan ini sekaligus menjadi penanda bahwa gotong royong bukan lagi slogan, tetapi agenda kerja nyata yang melibatkan seluruh elemen.

Empat zona yang dibentuk antara lain zona I (Titik Nol, Taman Tanjung, Pasar Seni), zona II (Jembatan Bongkok, Taman Mahakam II), zona III (Taman Kota Raja, Bundaran Tuah Himba/Puja Sera), dan zona IV (Stadion Aji Imbut). Pembagian ini memudahkan koordinasi sekaligus pemerataan aksi kebersihan di titik-titik strategis kota.

Asisten I dan Asisten II Setkab Kukar, masing-masing Akhmad Taufik Hidayat dan Ahyani Fadianur Diani, turut serta dalam kegiatan ini bersama jajaran OPD. Kehadiran mereka memberi pesan kuat bahwa gotong royong harus dimulai dari pemimpin.

Pelibatan ASN dalam BBGRM dinilai strategis sebagai bentuk keteladanan, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Pemkab Kukar pun mengimbau agar semangat serupa ditularkan ke lingkungan tempat tinggal warga, sehingga dampaknya lebih luas.

“Kita ingin menghidupkan kembali semangat ini sebagai kekuatan sosial masyarakat Kukar. Partisipasi semua pihak sangat penting,” ucap Dafip menegaskan.

Ia menambahkan bahwa gotong royong adalah bagian dari keswadayaan yang selama ini menjadi motor penggerak berbagai pembangunan di desa maupun kota.

Oleh karena itu, pelibatan aktif ASN dan masyarakat akan terus dioptimalkan dalam program-program serupa.

“Kalau semua terlibat, dampaknya akan luar biasa. Ini bagian dari ikhtiar kita menjadikan Kukar sebagai daerah yang kuat dari bawah,” tutup Dafip.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *