Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Kebutuhan daging sapi di Kalimantan Timur terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini mendorong Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, untuk mengajak semua pihak berpikir kreatif dan bertindak inovatif dalam memperkuat sektor peternakan lokal.

Menurutnya, saat ini Kaltim masih bergantung pada pasokan sapi dari luar daerah. Kondisi itu dinilai berisiko dalam jangka panjang, baik dari sisi logistik, harga, maupun ketahanan pangan.

Hasanuddin menilai perlu adanya transformasi pola pikir dan strategi di sektor peternakan. Salah satu potensi yang layak dikembangkan adalah memanfaatkan limbah kelapa sawit sebagai bahan pakan alternatif bagi sapi.

“Kalau kita melihat sumber daya yang tersedia, limbah sawit bisa menjadi jawaban. Ini potensi besar yang belum tergarap maksimal,” ujar Hasanuddin, Rabu (23/7/2025).

Limbah sawit, menurut politisi Partai Golkar itu, dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang bernilai ekonomis. Apalagi, perkebunan sawit di Kaltim memiliki luasan yang besar dan terus tumbuh.

“Dengan pendekatan ini, kita bisa menekan ongkos produksi di sektor peternakan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi para petani sawit,” jelasnya.

Selain menurunkan biaya pakan, penggunaan limbah sawit juga memperkuat sinergi antara sektor peternakan dan perkebunan.

Hasanuddin menyebut ini sebagai wujud simbiosis yang saling menguntungkan, yang pada akhirnya dapat menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan daerah.

Ia mengajak pemerintah daerah, pelaku industri, serta kalangan akademisi untuk duduk bersama membangun sistem peternakan lokal yang modern, terintegrasi, dan memanfaatkan sumber daya yang ada di wilayah sendiri.

“Swasembada daging bukan impian. Asal ada kemauan, kolaborasi, dan inovasi, saya yakin Kaltim bisa jadi contoh untuk daerah lain,” pungkasnya. (Adv/dprdkaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *