Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Komisi III DPRD Kota Samarinda menaruh perhatian serius terhadap kondisi fisik dan sistem kelistrikan Big Mall pasca dua kali insiden kebakaran yang terjadi dalam waktu berdekatan.

Mereka menilai, perlu dilakukan audit teknis menyeluruh guna memastikan keamanan gedung bertingkat tersebut sebelum kembali beroperasi penuh.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menjelaskan bahwa suhu tinggi yang muncul saat kebakaran pertama dikhawatirkan bisa berdampak pada kekuatan struktur bangunan, terutama di elemen penting seperti dinding maupun rangka baja penopang.

“Panas ekstrem bisa menyebabkan material seperti baja atau besi di balik dinding kehilangan kekuatannya. Ini harus benar-benar dicek,” kata Deni saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Selasa (22/07/2025).

Ia mengungkapkan bahwa pihak pengelola mall sudah menjalin koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda untuk melakukan evaluasi teknis terhadap bangunan tersebut. Deni menyebut, transparansi hasil evaluasi penting agar DPRD bisa turut melakukan pengawasan.

“Kami ingin laporan teknis itu dibuka juga ke legislatif. Kami perlu memastikan bahwa standar keselamatan dipenuhi sebelum aktivitas mall kembali normal,” ujarnya.

Tak hanya dari sisi struktur, Deni juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem kelistrikan secara total, mulai dari jaringan utama hingga ke unit-unit tenan. Menurutnya, instalasi yang tidak sesuai standar bisa memicu risiko kebakaran ulang.

“Seluruh jaringan listrik, baik yang umum maupun di dalam tenan, harus diperiksa dan disesuaikan dengan standar keamanan. Jangan sampai ada titik rawan yang luput dan menimbulkan bencana lagi,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa mitigasi risiko harus menjadi fokus utama dalam proses pemulihan gedung, mengingat Big Mall merupakan salah satu pusat aktivitas publik yang ramai dikunjungi warga Samarinda. (Adv/dprdsamarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *