Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Wacana pembukaan kembali area lantai tiga BIG Mall Samarinda pasca-insiden kebakaran belum sepenuhnya disambut positif oleh legislatif.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Andriansyah, menyuarakan perlunya langkah preventif sebelum pusat perbelanjaan itu kembali menerima pengunjung.

Menurut Andriansyah, sebelum aktivitas komersial dilanjutkan di lantai yang terdampak, manajemen BIG Mall wajib melakukan simulasi darurat guna menguji efektivitas sistem proteksi kebakaran yang ada. Simulasi ini harus mencakup kesiapan alat pendukung hingga ketangkasan personel keamanan dalam menghadapi kondisi darurat.

“Simulasi itu wajib. Jangan sampai pengelola langsung membuka tanpa ada jaminan sistem keamanan gedung benar-benar siap. Ini menyangkut keselamatan banyak orang,” tegasnya saat ditemui usai agenda monitoring, Jum’at (25/7/2025).

Andriansyah menambahkan, simulasi sebaiknya dilakukan secara mendadak, tanpa pemberitahuan sebelumnya, sebagaimana sempat disepakati oleh DPRD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan).

Tujuannya, untuk benar-benar melihat seperti apa pelaksanaan prosedur tanggap darurat secara riil.

“Kita ingin melihat seberapa cepat dan tepat para petugas menanggapi situasi. Bagaimana proses evakuasinya? Ke mana jalurnya? Ini penting mengingat BIG Mall memiliki area yang sangat luas dan terintegrasi dengan Hotel Fugo,” jelas legislator Partai Demokrat itu.

Tak hanya soal simulasi, ia juga meminta agar operasional kembali BIG Mall, khususnya area terdampak didahului oleh rekomendasi teknis dari instansi terkait.

Tanpa itu, ia menilai pembukaan kembali gedung berpotensi menghadirkan risiko baru bagi keselamatan publik.

“Jangan main-main dengan urusan keselamatan. Rekomendasi kelayakan operasi itu mutlak diperlukan sebelum pengunjung kembali masuk,” ujarnya.

Ia memastikan DPRD akan turun langsung ke lapangan pasca-renovasi selesai, untuk mengecek secara menyeluruh apakah semua sistem pengamanan telah diperbaiki dan siap digunakan.

“Kita akan pantau dan cek langsung. Jangan sampai kejadian serupa terulang hanya karena kelalaian dalam prosedur,” pungkasnya. (Adv/dprdsamarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *