Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Kelurahan Panji di Kecamatan Tenggarong dihadapkan pada dilema pelik terkait pengelolaan sejumlah aset publik.

Dua fasilitas yang seharusnya menjadi ikon edukatif dan ekologis, yaitu Taman Replika dan Waduk Panji, kini justru terkesan terbengkalai tanpa kejelasan pengelolaan.

Taman Replika, yang telah direhabilitasi, belum juga dioperasikan karena status kepemilikan aset belum jelas.

Aset tersebut disebut masih di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum. Hal ini tentunya memicu kekhawatiran karena taman mulai disalahgunakan anak-anak untuk kegiatan yang mengganggu ketertiban.

“Miniatur ini sudah selesai direhabilitasi, tapi sampai sekarang belum dioperasikan. Asetnya masih di tangan PU. Saya tidak tahu apakah sudah diserahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dinas Pariwisata, karena taman ini juga mengandung unsur edukasi,” jelas Lurah Panji, Isnaniah, Jumat (25/7/2025).

Minimnya pengawasan menjadi celah bagi penyalahgunaan ruang publik. Tak jarang Taman Replika digunakan untuk merokok, konsumsi alkohol, hingga tempat bolos pelajar. Situasi ini semakin diperparah oleh terbukanya akses taman yang tak memiliki penjagaan.

“Kami juga ikut menjaga. Tempat ini kerap dipakai anak-anak untuk hal yang tidak seharusnya. Linmas sering membubarkan mereka. Karena pagar terbuka dan tidak ada pengawasan, akses ke taman sangat mudah,” tegas Isnaniah.

Selain taman, Waduk Panji juga menunjukkan gejala ketidakjelasan pengelolaan. Padahal, potensi ruang terbuka ini cukup besar jika diarahkan sebagai kawasan konservasi atau wisata edukatif. Isnaniah menilai peran kelurahan sebagai pemangku wilayah perlu didukung dengan regulasi yang jelas.

“Saya sudah sampaikan soal waduk itu. Kami hanya sebagai pemangku wilayah, tidak punya hak kelola. Namun kalau tidak ada pengelola, kami siap membantu melalui karang taruna dan linmas asal ada dukungan,” ujarnya.

Meski bukan pengelola resmi, Isnaniah tetap menekankan pentingnya peran kelurahan dalam menjaga wibawa lingkungan dan fasilitas umum. Terlebih, banyak objek wisata berada di wilayah administratif Panji.

“Semua objek wisata di sini memang berada di wilayah Panji. Meski hanya kebagian wilayah, kami tetap menjaga lingkungan. Ini mencerminkan wajah kelurahan kami,” katanya.

Upaya menjaga ketertiban dan kebersihan tersebut sebelumnya juga membuahkan prestasi. Kelurahan Panji meraih predikat Juara I Lomba Kelurahan dan Desa se-Kukar.

Terakhir Isnaniah menilai bahwa dengan adanya pencapaian ini telah menunjukkan keseriusan pihaknya mengelola wilayah, meskipun tanpa kewenangan teknis penuh.

“Alhamdulillah kami juara satu tahun lalu. Meskipun tidak punya kewenangan pengelolaan khusus, kami tetap menjaga lingkungan dan fasilitas sebagai bentuk tanggung jawab,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *