Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Di tengah dinamika pembangunan desa, Pemerintah Desa Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memilih jalur kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Alih-alih menunggu intervensi dari pemerintah pusat atau daerah, salah satu desa bagian hulu ini tengah fokus membangun kekuatan dari dalam.

Dalam hal ini sektor perikanan menjadi pilihan utama. Lantaran hampir 80 persen warganya menggantungkan hidup dari danau dan sungai, sehingga arah kebijakan desa pun diarahkan pada penguatan sektor ini secara menyeluruh.

Pemerintah desa telah membentuk Koperasi Merah Putih, sebagai tulang punggung baru yang diharapkan mampu mendukung ekosistem perikanan secara terstruktur.

Koperasi ini tak hanya menjadi tempat berkumpulnya para nelayan, tetapi juga pusat layanan yang menyediakan penyuluhan, pengadaan pakan, hingga menampung dan memasarkan hasil tangkapan warga. Kemudian koperasi tetap ditekankan agar tidak tumpang tindih dengan program BUMDes, melainkan saling melengkapi.

“Koperasi ini harus berjalan berdampingan dengan BUMDes, tidak boleh tumpang tindih. Kita fokuskan ke potensi yang nyata, yaitu perikanan,” ujar Kepala Desa Muara Muntai Ilir, Arifadin Nur.

Di sisi lain, pembangunan ekonomi desa juga digerakkan melalui kolaborasi lintas wilayah. Desa Muara Muntai Ilir menggandeng Desa Konggo di Klaten, Jawa Tengah, untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Langkah ini ditempuh sebagai upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan ekonomi.

Melalui kemitraan ini, mereka saling belajar memperkuat sektor strategis, termasuk rintisan pengembangan wisata lokal yang mulai dilirik sebagai sumber ekonomi alternatif.

Pemerintah Desa juga tengah menyusun prioritas pembangunan fisik dan program sosial berdasarkan kebutuhan warga.

“Kami sedang menyusun apa yang benar-benar dibutuhkan warga, termasuk mengembangkan potensi wisata yang ada di desa,” kata Arifadin.

Sinergi lintas desa menjadi salah satu kekuatan baru. Selain memperluas jejaring, pendekatan ini membuka ruang pertukaran pengetahuan yang berdampak langsung pada perencanaan pembangunan berbasis realitas lapangan.

Pemdes pun tak ingin kebijakan yang diambil hanya bersifat administratif. Mereka menggagas agar seluruh program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama kelompok nelayan yang selama ini menjadi penggerak ekonomi lokal.

“Harapannya koperasi ini benar-benar bisa mensejahterakan anggotanya, dan secara umum bisa mendorong ekonomi kerakyatan Desa Muara Muntai Ilir,” tutup Arifadin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *