Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, semangat nasionalisme kembali digelorakan di Kutai Kartanegara (Kukar).

Pemerintah kabupaten bersama masyarakat bergerak serempak menyukseskan kampanye Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih yang dicanangkan secara nasional oleh Kementerian Dalam Negeri.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajakan untuk mengenang jasa para pahlawan dan membangkitkan kembali semangat cinta tanah air.

Sejak 1 Agustus, Kukar telah memulai gerakan ini secara simbolis di Tenggarong, melibatkan berbagai elemen masyarakat mulai dari forum Rukun Tetangga hingga pelajar.

Dipimpin langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, gerakan dimulai dari Taman Tanjong. Diiringi konvoi sepeda motor, peserta membawa dan mengibarkan bendera merah putih menuju Kantor Bupati Kukar sebagai penanda dibukanya gerakan yang berlangsung selama sebulan penuh.

Gerakan ini juga menyentuh kelompok masyarakat yang selama ini jarang tersorot. Bendera merah putih diberikan kepada janda-janda veteran, pelajar di sekolah luar biasa (SLB), serta murid-murid di jenjang SD dan SMP.

Langkah ini bertujuan agar semangat kebangsaan merata dan menyentuh semua lapisan masyarakat.

Pemerintah daerah menegaskan seluruh instansi pemerintah dan swasta, termasuk masyarakat umum, diminta untuk mengibarkan bendera merah putih sejak 1 hingga 31 Agustus. Instruksi ini ditegaskan melalui surat edaran Bupati Kukar sebagai bentuk komitmen terhadap himbauan nasional.

“Kami telah menerbitkan surat edaran dan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar turut mengibarkan bendera merah putih di rumah, kantor, hingga fasilitas pelayanan umum sepanjang bulan Agustus,” jelas Aulia saat diwawancarai awal media, pada Jumat (1/8/2025).

Menurutnya, gerakan ini bukan hanya tentang simbol, tetapi tentang membangun kesadaran kolektif bahwa kemerdekaan diraih dengan pengorbanan besar.

“Ini soal bagaimana kita terus mengingat bahwa kemerdekaan ini tidak datang begitu saja, ada darah dan air mata yang tertumpah untuk negeri ini,” tegasnya.

Ia pun berharap momentum peringatan HUT ke-80 RI menjadi energi baru dalam membangun daerah. Semangat yang ditinggalkan para pahlawan, lanjutnya, harus menjadi inspirasi dalam berkarya dan mengabdi bagi Kukar.

“Semangat ini harus kita rasakan bersama. Mari kita buktikan bahwa masyarakat Kukar adalah warga yang menghargai sejarah, mencintai tanah air, dan siap terus berbuat yang terbaik untuk daerahnya,” tutup Aulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *