Timesnusantara.com – KUKAR. Peningkatan infrastruktur dasar kembali menjadi fokus di wilayah pedalaman Kutai Kartanegara (Kukar).
Pemerintah Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun, tengah mendorong pembangunan jalan penghubung antar desa sebagai kebutuhan utama masyarakat.
Jalan tersebut menghubungkan Desa Liang Ulu dengan Desa Kota Bangun Ilir. Kepala Desa Liang Ulu, Mulyadi, menilai akses ini strategis karena berfungsi sebagai jalur utama warga dalam menunjang mobilitas perekonomian, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Menurut Mulyadi, usulan ini telah diajukan untuk dimasukkan dalam prioritas pembangunan tahun anggaran 2026 di tingkat Pemerintah Kabupaten Kukar. Ia berharap realisasinya bisa segera diwujudkan.
“Akses ini sangat penting, karena menghubungkan antarwilayah. Kami tidak punya banyak pilihan jalan, dan jalur lama, yakni Jalan Awang Long di pinggir sungai, sudah tidak digunakan lagi,” jelas Mulyadi, Kamis (7/8/2025).
Sejak jalur lama tak aktif, warga terpaksa memutar jauh menggunakan akses alternatif yang lebih sulit dijangkau. Hal ini berdampak pada keterlambatan distribusi barang, pelayanan pendidikan, hingga penanganan darurat kesehatan.
Kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama. Kades menyebut, permintaan pembukaan jalan ini bukan hal baru, karena telah diajukan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi belum mendapat respons di level kabupaten. Ia menilai keterbatasan konektivitas jalan menjadi salah satu penghambat kemajuan desa.
“Kami perlu akses yang layak untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga,” imbuhnya.
Warga pun disebut terus berharap agar pembangunan jalan penghubung itu bisa segera dimulai. Infrastruktur ini dinilai akan membuka lebih banyak peluang usaha serta memperlancar aktivitas harian masyarakat.
Mulyadi menyatakan bahwa aspirasi ini telah dikomunikasikan ke berbagai pihak, termasuk melalui musrenbang tingkat kecamatan.
Maka dari itu, Ia berharap pemangku kepentingan di tingkat kabupaten bisa menjadikan proyek ini sebagai bagian dari rencana pembangunan strategis.
“Kami ingin pembangunan jalan ini jadi prioritas Kukar pada 2026. Kalau bisa dimasukkan dalam RPJMD atau program infrastruktur dasar, tentu manfaatnya sangat besar untuk masyarakat kami,” ujarnya.
Dengan semangat gotong royong, masyarakat juga siap mendukung proses pembangunan apabila program ini segera dijalankan.
“Kami hanya ingin akses yang lebih baik, supaya kehidupan warga bisa lebih maju,” tutup Mulyadi.
