Timesnusantara.com — Samarinda. Ancaman keselamatan di SD Negeri 020 Samarinda mendorong Komisi IV DPRD Kota Samarinda mengambil langkah cepat dan tegas. Dalam kunjungan lapangan pada Kamis (7/8/2025), Ketua Komisi IV, Novan Syahronny Pasie, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi bangunan yang berdiri di lereng rawan longsor.
Bangunan sekolah yang sudah berdiri sejak 1983 ini dinilai tak layak lagi menjadi tempat belajar karena berisiko tinggi bagi keselamatan ratusan siswa. DPRD menilai bahwa penanganan mendesak tak bisa menunggu waktu terlalu lama.
“Renovasi besar harus segera dilakukan. Tadi saya berbicara dengan Kepala Bidang Sarana Prasarana SD. Sekolah ini rencananya diambil alih kementerian, tapi belum jelas kapan dilaksanakan,” ujar Novan.
Menurut Novan, pemerintah kota sudah mulai menyusun Detail Engineering Design (DED) dan menargetkan perencanaannya rampung tahun ini. Dengan begitu, pembangunan fisik bisa dimulai pada 2026.
“Perencanaannya segera dimulai tahun ini, supaya tahun depan renovasi bisa jalan. Kami juga minta agar ada perbaikan sementara untuk bagian penting seperti tangga dan plafon agar kegiatan belajar tetap aman,” jelasnya.
SDN 020 menjadi satu-satunya akses pendidikan dasar di kawasan padat penduduk. Sekolah ini menampung 161 siswa dari kelas 1 hingga 6, namun berdiri di atas tanah labil yang rentan longsor, membuat aspek keselamatan menjadi sorotan utama DPRD.
“Sekolah ini berdiri sejak 1983 dan menampung 161 siswa. Mereka sangat bergantung pada sekolah ini karena berada di kawasan padat. Tanahnya labil, jadi struktur bangunan harus menyesuaikan agar aman. Warga memang terbiasa tinggal di lereng, tapi edukasi evakuasi tetap penting. Kami akan koordinasikan dengan BPBD untuk pelatihan mitigasi,” tuturnya.
Untuk mempercepat penanganan, DPRD Samarinda akan menyurati pemerintah pusat guna meminta kepastian status pengambilalihan renovasi oleh Kementerian Pendidikan.
Jika hingga akhir tahun tidak ada kejelasan, maka Pemkot Samarinda dipastikan akan mengambil alih seluruh proses renovasi, termasuk anggarannya.
“Kalau kementerian belum jelas, Pemkot siap anggarkan. Ini soal keselamatan siswa, tak bisa ditunda. Kita akan kirim surat ke pusat. Kalau memang ditangani kementerian, silakan, tapi pelaksanaannya harus mulai tahun ini. Anak-anak sudah hati-hati, tapi tangga dan ruang belajar tetap harus diperbaiki. Keselamatan mereka yang utama,” pungkasnya. (Adv/dprdsamarinda)
