Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Jalur penghubung vital di Kecamatan Samarinda Ilir kembali lumpuh. Jalan Merdeka Timur yang mengarah ke simpang Jalan Damai, dikenal masyarakat sebagai Jalan Kuburan Cina mengalami kerusakan berat hingga terputus total.

Kerusakan ini dipicu longsor besar yang terjadi di akhir 2024, hanya setahun setelah jalur tersebut sempat diperbaiki oleh Pemerintah Kota Samarinda akibat patahan.

Bagi warga yang sehari-hari bergantung pada jalur ini, kondisi tersebut menjadi pukulan berat. Akses antara Jalan Merdeka dan Jalan Damai kini terganggu, memaksa sebagian warga mencari rute alternatif yang lebih jauh.

Kekhawatiran pun semakin meningkat dengan datangnya musim hujan, mengingat ancaman longsor susulan yang bisa membahayakan pengguna jalan.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Ahmad Sukamto, menegaskan akan segera membawa persoalan ini ke instansi teknis terkait.

“Nanti akan saya laporkan ke PUPR. Itu juga daerah pemilihan saya, dan lokasinya berada di perbatasan. Jadi saya akan segera tindak lanjuti,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda, Jumat (8/8/2025).

Ahmad mengungkapkan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebenarnya sudah mengirimkan alat berat ke lokasi.

Namun, ia menilai belum ada tanda-tanda pekerjaan nyata yang dimulai.

“Kemarin memang sudah ada alat berat dari PUPR ke lokasi. Tapi belum ada pekerjaan dimulai. Nanti akan saya tanyakan lagi,” katanya.

Ia juga menyuarakan kekhawatiran warga setempat yang was-was setiap kali hujan deras turun. Kondisi tanah yang sudah labil berpotensi memperparah kerusakan jika tidak segera dilakukan penanganan.

“Sampai sekarang belum dikerjakan. Saya juga belum mendapat informasi lanjutan. Apalagi kalau hujan terus seperti ini, bisa saja longsor makin parah,” ucapnya.

Informasi dari Ketua RT 74 di kawasan Jalan Merdeka menyebutkan bahwa longsoran bahkan merembet hingga area pemakaman di sekitar lokasi. Situasi ini semakin menegaskan urgensi penanganan cepat.

“Nanti saya akan tanyakan lebih lanjut ke PUPR. Saya dapat informasi dari Ketua RT 74 di Merdeka, katanya longsornya sampai ke area kuburan. Itu yang makin mengkhawatirkan,” tutupnya. (Adv/dprdsamarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *