Timesnusantara.com – KUKAR. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden RI, Prabowo Subianto, mulai memasuki tahap uji coba di sejumlah wilayah.
Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memenuhi gizi anak sejak dini, dengan target mencetak generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Meski penerapan penuh masih menunggu tahapan berikutnya, sejumlah daerah telah membentuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai ujung tombak layanan. Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi salah satu yang bergerak cepat, dengan empat SPPG yang tersebar di sekitar wilayah ibukota.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa komitmen daerah terkait MBG yakni untuk bersinergi dengan kebijakan nasional.
Ia menyebutkan Pemkab Kukar sejak awal telah menjalankan program serupa melalui visi misi Kukar Idaman Terbaik, yang mencakup pemberian makan bergizi gratis bagi balita dan lansia.
Kolaborasi ini, lanjut Aulia, akan dirancang dalam skema yang ia sebut MBG Plus sinergi antara program pusat dan daerah yang fokus pada pemberian makanan bergizi seimbang kepada anak-anak dengan pengawasan ketat.
“Kita sudah menetapkan makan bergizi gratis bagi balita dan lansia di visi misi Kukar Idaman Terbaik. Jadi, program pusat ini akan kita sambungkan melalui MBG Plus, agar dampaknya semakin luas,” ujar Aulia, Senin (11/8/2025).
Pernyatann tersebut disampaikan saat Aulia mengunjungi SMP Negeri 3 Tenggarong. Dalam kesempatan itu, ia berdialog langsung dengan siswa, menanyakan kebutuhan tambahan untuk mendukung pembelajaran.
Dalam sela sela perbincangan Bupati salah seorang siswi secara spontan menyebut “makan gratis” sebagai kebutuhan yang tak kalah penting. Lantas mendengar hal itu, Aulia tersenyum dan mengatakan. “Nanti kita ada MBG Plus, kolaborasi dari pusat dan daerah,” sambil melanjutkan edukasinya soal pentingnya pemenuhan gizi bagi pelajar.
Kemudian, ia juga menjelaskan, MBG Plus bukan hanya soal menyediakan makan siang gratis, tetapi juga memastikan menu yang disajikan mendukung pertumbuhan fisik, daya tahan tubuh, dan perkembangan otak anak sesuai standar gizi.
Bagi Aulia, keberhasilan program ini ditentukan oleh komitmen bersama, bukan perdebatan soal kewenangan siapa yang menjalankan program.
“Yang kita kejar adalah masa keemasan anak-anak kita,” tegasnya.
Pemkab Kukar pun rutin berkoordinasi dengan pengelola SPPG untuk memastikan distribusi makanan bergizi berjalan optimal hingga ke tingkat kecamatan.
“Diskusi terus kita lakukan, dan kami berharap MBG ini berjalan baik. Sekarang pun kita sedang membicarakan perkembangan program di berbagai kecamatan,” tutup Aulia.
