Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Aktivitas pematangan lahan menggunakan metode cut and fill di kawasan pergudangan Jalan Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, kembali memicu kekhawatiran publik.

DPRD Kota Samarinda menilai, praktik ini berpotensi merusak lingkungan jika tidak diawasi secara ketat.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyebutkan bahwa persoalan yang ditemukan di lokasi cukup serius.

Menurutnya, meskipun jarak pemindahan tanah di proyek tersebut tidak terlalu jauh, dampaknya meluas ke area sekitar.

“Dampaknya bukan hanya di lokasi, tetapi juga merembet ke jalan dan lingkungan sekitarnya,” ujar Deni, Selasa (12/8/2025).

Metode cut and fill, atau teknik memindahkan tanah dari satu titik ke titik lain untuk meratakan kontur, umumnya digunakan di proyek konstruksi besar.

Namun di Bukit Pinang, proses ini memunculkan masalah baru. Tanah yang tercecer di badan jalan menjadi licin saat hujan, meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Dampak lain yang dikhawatirkan adalah pencemaran ekosistem rawa. Sedimen yang terbawa air hujan diduga mengendap di rawa sekitar proyek, memicu pendangkalan dan menghambat aliran air. Kondisi ini bisa memperbesar potensi genangan bahkan banjir di musim hujan.

“Air yang seharusnya mengalir jadi tertahan karena pendangkalan rawa,” tambahnya.

Menanggapi temuan tersebut, DPRD mendesak aparat penegak peraturan daerah, terutama Satpol PP, untuk menindaklanjuti dengan pemeriksaan izin dan memastikan aktivitas proyek sesuai regulasi lingkungan.

“Kalau perlu dipasang police line agar aktivitas dihentikan sementara sampai semua dokumen dan tanggung jawab lingkungan dipenuhi,” tegas Deni.

Ia menegaskan, pengawasan terhadap proyek-proyek pembangunan akan terus dilakukan guna memastikan semua kegiatan berjalan sesuai aturan, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan kenyamanan warga.

“Kami tidak ingin pembangunan dilakukan dengan mengorbankan alam dan kenyamanan warga sekitar,” pungkasnya. (Adv/dprdsamarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *