Timesnusantara.com – KUKAR. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) meluncurkan gerakan “Gemar Telur Rebus” sebagai langkah membangun kebiasaan makan bergizi di masyarakat.
Program ini resmi diperkenalkan pada pembukaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Creative Park, Jalan KHAhmad Muksin, Tenggarong, Kamis (14/8/2025).
Langkahh tersebut menjadi jawaban atas tingginya konsumsi makanan instan yang dinilai kurang mendukung kesehatan jangka panjang. Telur rebus dipilih karena kandungan proteinnya tinggi, gizinya lengkap, harganya terjangkau, dan mudah diolah untuk berbagai menu.
Acarra peluncuran dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kukar Ahyani Fadianur Diani, Plt Kepala DP3A Kukar Hero Suprayetno, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar Ananias, unsur Forkopimda, serta perwakilan masyarakat.
Suasana semakin hangat ketika para pejabat membagikan telur rebus kepada warga, terutama anak-anak sekolah dasar. Kegiatan tersebut dibarengi edukasi tentang pentingnya sarapan sehat sebelum memulai aktivitas harian.
Sebagai tahap awal, DP3A menerapkan gerakan ini di internal kantor. Setiap Senin pagi usai apel, seluruh pegawai akan menerima telur rebus untuk menambah asupan gizi dan menjaga stamina kerja.
Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno, menyebut bahwa keberhasilan gerakan ini bergantung pada dukungan lintas sektor. Pihaknya ingin program ini menjadi kebiasaan yang mengakar di sekolah-sekolah dan instansi pemerintahan.
“Bahkan, dalam kegiatan resmi atau rapat, nasi kotak maupun kudapan bisa dilengkapi telur rebus sebagai menu tambahan,” ujarnya.
Untuk memperkuat ketersediaan, DP3A akan menggandeng produsen dan agen telur di wilayah Kukar. Pertemuan khusus dengan pelaku usaha direncanakan untuk membahas pasokan, harga, dan pola distribusi.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan gerakan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Dengan mulai berjalannya program jni, Hero optimistis, jika masyarakat terbiasa mengonsumsi telur rebus setiap pagi, dampaknya akan terasa pada kesehatan generasi mendatang.
“Kesehatan dan gizi yang baik adalah pondasi sumber daya manusia yang unggul,” tegasnya.
Dengan dukungan semua pihak, DP3A berharap “Gemar Telur Rebus” menjadi budaya makan masyarakat Kukar yang diwariskan lintas generasi.
“Gerakan ini sederhana, tapi manfaatnya besar bagi masa depan,” pungkas Hero.
