Timesnusantara.com – KUKAR. Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (16/8/2025) malam, ketika 43 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi dikukuhkan.
Momen tersebut menjadi langkah awal sebelum mereka mengemban tugas mulia pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rinda Desianti, mengungkapkan bahwa sejak pagi para petugas telah melakukan persiapan akhir, termasuk pembersihan lokasi, demi kelancaran acara.
“Malam ini adalah pengukuhan. Setelah itu, mereka resmi bertugas pada 17 Agustus pagi untuk pengibaran bendera, dan sore harinya untuk penurunan bendera,” jelasnya.
Rinda menambahkan, anggota Paskibraka yang dikukuhkan tahun ini berasal dari 18 kecamatan. Dua kecamatan tidak terwakili karena peserta seleksi tidak lolos, namun secara keseluruhan tetap mencerminkan keberagaman wilayah dan semangat kebersamaan masyarakat Kukar.
Seleksi tahun ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 51 dan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2022. Mekanisme dilakukan secara transparan melalui aplikasi resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
“Dengan sistem ini, tidak ada lagi kuota per kecamatan. Semua peserta diseleksi murni berdasarkan kemampuan dan prestasi,” terang Rinda.
Proses seleksi dimulai dengan 500 pendaftar yang membuat akun di sistem BPIP. Dari jumlah tersebut, 399 melengkapi berkas administrasi dan mengikuti tujuh tahapan seleksi ketat.
Hasilnya terpilih 47 orang terbaik, enam dikirim ke tingkat provinsi, dua kembali ke kabupaten, sehingga tersisa 43 orang untuk bertugas di Kukar.
Dari 43 anggota yang dikukuhkan, 22 laki-laki dan 21 perempuan. Komposisi ini memperlihatkan keseimbangan peran gender dalam tugas kenegaraan, sekaligus mencerminkan dukungan pemerintah daerah terhadap generasi muda tanpa membedakan jenis kelamin.
Usai pengukuhan, para anggota dijadwalkan beristirahat hingga Minggu pagi untuk mempersiapkan diri menghadapi agenda pengibaran bendera. Rinda menyampaikan bahwa seluruh peserta telah melalui latihan intensif, sehingga diyakini siap secara fisik maupun mental.
Tak lupa ia memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pembinaan, baik pada tahap seleksi maupun latihan.
“Menjadi Paskibraka adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. Kami percaya mereka akan menjalankan tugas dengan penuh disiplin dan semangat merah putih,” tutupnya.
