Timesnusantara.com — Samarinda. Rencana perpindahan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dipandang Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud sebagai momentum besar yang sekaligus membawa pekerjaan rumah serius.
Menurutnya, keberhasilan IKN tidak hanya ditentukan oleh kokohnya infrastruktur, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal menghadapi kompetisi.
Rudy menyebut, status Kaltim sebagai etalase Indonesia otomatis menempatkan masyarakatnya di garis depan. Warga daerah ini harus mampu beradaptasi, bersaing dengan tenaga kerja dari seluruh penjuru negeri, bahkan menghadapi keterlibatan dunia internasional.
“Kalau pusat pemerintahan resmi pindah ke IKN, Kaltim akan jadi sorotan. Itu sebabnya masyarakat harus siap berkompetisi,” ujarnya, Minggu (17/8/2025).
Ia menegaskan, kesiapan itu tidak bisa dilepaskan dari pemenuhan kebutuhan dasar warga. Pendidikan yang layak, layanan kesehatan yang merata, infrastruktur strategis, hingga jaminan sosial harus dipastikan berjalan agar masyarakat tidak tertinggal di tengah perubahan besar.
“Anak-anak Kaltim wajib mendapat pendidikan, sementara masyarakat harus terjamin hak-haknya,” kata Rudy.
Meski begitu, ia mengakui masih banyak tantangan. Angka kemiskinan di Kaltim tercatat 5,78 persen, sementara pengangguran masih cukup tinggi. Kondisi ini berpengaruh pada dunia pendidikan karena tidak sedikit anak yang gagal menamatkan sekolah hingga tingkat menengah atas.
Rudy menekankan bahwa pemerintah provinsi terus berupaya membuka akses pendidikan setinggi mungkin. Menurutnya, semakin tinggi jenjang yang ditempuh, semakin besar pula kontribusi yang bisa diberikan kepada masyarakat.
“Kalau berhenti di SMA, mereka hanya bisa hidup mandiri. Tapi kalau sampai pascasarjana, manfaatnya lebih luas untuk orang banyak,” tuturnya. (Rey)
