Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Kejaksaan Tinggi Negeri Tenggarong akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menekan harga pangan pokok dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Program ini sudah tiga kali dilaksanakan sepanjang bulan Agustus 2025 dengan melibatkan berbagai pihak.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, menjelaskan pelaksanaan GPM pertama digelar pada 13–14 Agustus bekerja sama dengan Polres Kukar. Kemudian berlanjut pada 19–22 Agustus dalam rangka perayaan HUT RI ke-80. Terakhir, GPM akan kembali digelar pada 28–29 Agustus di Creative Park Tenggarong bersama Kejaksaan Negeri Tenggarong.

“Gerakan pangan murah ini di bulan ini rencana yang ketiga. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah di tengah kondisi harga pangan yang relatif mahal,” kata Ananias, Rabu (27/8/2025).

Komoditas utama yang dijual adalah beras SPHP dari Bulog. Harga yang ditawarkan pun lebih murah karena ongkos angkut ditanggung Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kukar, sehingga masyarakat bisa membeli sesuai harga gudang Bulog, yakni Rp11.700 per kilogram.

Selain itu, tersedia juga beras lokal binaan Dinas Ketahanan Pangan. Beras ini sudah teregistrasi dan kandungan pestisidanya di bawah batas maksimum residu. Harga beras lokal di pasar biasanya Rp15.100 per kilogram, namun disubsidi menjadi Rp13.000 per kilogram.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Menurut Ananias, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Pada pelaksanaan 13–14 Agustus lalu, target penjualan hanya 10 ton beras SPHP, tetapi realisasinya mencapai 21 ton.

“Kalau stok di lokasi habis, kami langsung ambil dari gudang. Target penyaluran SPHP masih besar sehingga perlu segera disalurkan,” tambahnya.

Ia menerangkan, GPM bulan ini dipilih bertepatan dengan perayaan HUT RI sekaligus untuk mengantisipasi minimnya stok beras di tingkat petani. Menjelang akhir Agustus, stok beras menipis karena panen baru bisa dilakukan pertengahan September.

“Saat ini harga beras di pasaran mencapai Rp16 ribu hingga Rp17 ribu, sehingga pemerintah harus hadir memberi alternatif lebih murah,” tegasnya.

Selain beras, GPM juga menyediakan minyak goreng, tepung terigu, serta komoditas hortikultura. Untuk bawang merah dan bawang putih, pemerintah bekerja sama dengan Perusda MGRM untuk memberikan subsidi sehingga harga lebih rendah dari pasar. Sementara produk sayur mayur langsung dipasok kelompok tani (KTNA) dan kelompok wanita tani (KWT) tanpa perantara, sehingga lebih segar dan murah.

“Prinsipnya, kami potong rantai pasokan agar barang dari produsen langsung sampai ke konsumen. Dengan begitu harga bisa ditekan dan masyarakat menerima produk yang segar,” ujar Ananias.

Dengan konsep ini, pemerintah berharap Gerakan Pangan Murah tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga memperkuat daya beli, sekaligus membuka akses lebih luas bagi petani dan produsen lokal.

“Tema besar kita jelas, yaitu menghadirkan pangan murah untuk masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *