Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Malam Begenjoh yang digelar dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur berlangsung meriah di halaman Kantor Bupati Kukar, Sabtu (30/8/2025) malam.

Acara ini menjadi acara penyambutan tamu kehormatan dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim dengan nuansa kearifan lokal khas Kutai Kartanegara.

Di sela seremoni, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama istri resmi dilantik sebagai Ayah Bunda Genre (Generasi Berencana) Kabupaten Kutai Kartanegara. Pelantikan ini menjadi momen penting karena peran Ayah Bunda Genre dipandang strategis dalam membimbing generasi muda menuju masa depan yang lebih baik.

“Ini menjadi sebuah tantangan sekaligus kehormatan bagi kami. Program Genre sangat sejalan dengan visi besar Kukar Idaman Terbaik, yaitu memastikan anak-anak usia produktif dapat berkembang dan bertumbuh dengan baik,” ujar Bupati Aulia.

Kemudian, Aulia menyampaikan pesan yang disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim selaras dengan misi Pemkab Kukar.

“Kita menghimbau generasi muda untuk menjauhi perilaku yang berisiko merusak masa depan. InsyaAllah program Genre akan membantu kita menyiapkan generasi yang maju, handal, dan berkualitas,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Nurizky Permanajati, menegaskan bahwa generasi muda hari ini adalah calon ayah dan ibu di masa depan. Karena itu, keberadaan Ayah Bunda Genre sangat penting untuk memberikan teladan dan pembinaan.

“Tugas Ayah Bunda Genre adalah memastikan remaja tumbuh menjadi calon ayah dan ibu yang bertanggung jawab. Untuk menjadi orang tua bukan hanya peran, tetapi juga tanggung jawab besar dalam membangun keluarga,” ungkap Nurizky.

Ia menjelaskan, program Genre memberi bekal kepada remaja laki-laki maupun perempuan mengenai penyiapan kehidupan berkeluarga. Dengan pengetahuan dan kesiapan mental yang baik, mereka diharapkan mampu menghadapi peran sebagai orang tua kelak.

“Harapannya, para remaja yang dibimbing lewat program ini akan tumbuh menjadi generasi baru yang sehat, berkualitas, dan mampu melanjutkan estafet pembangunan keluarga di Kutai Kartanegara,” katanya.

Malam Begenjoh sendiri ditutup dengan nuansa hangat penuh keakraban. Tradisi lokal dipadukan dengan semangat kebersamaan antar-daerah, sekaligus meneguhkan komitmen Kukar dalam mendukung penguatan keluarga sebagai pondasi pembangunan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *