Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Isu jual beli lapak di Pasar Tangga Arung, Tenggarong, ditepis langsung oleh Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar), Sayid Fathullah.

Fathullah sapaan akrabnya memastikan semua lapak pedagang sudah tertata dan tidak ada ruang untuk praktik-praktik semacam itu terjadi di lingkungan pemerintahan.

“Data pedagang sudah resmi tercatat dalam aplikasi. Total ada 703 pedagang yang berhak menempati lapak. Jadi tidak ada cerita jual-beli lapak,” tegas Fathullah, Rabu (3/9/2025).

Menurutnya, pendataan berbasis aplikasi memang dibuat untuk mencegah kecurangan. Dengan sistem ini, tidak mungkin ada penggandaan data maupun permainan lapak.

“Kalau masih ada yang meragukan, silakan lihat langsung data di Disperindag,” tuturnya.

Fathullah menyebutkan bahwa terkait isu yang beredar hanyalah kabar miring dari pihak yang ingin memperkeruh suasana. Padahal, Pasar Tangga Arung sebentar lagi akan menjadi pusat ekonomi baru bagi masyarakat Tenggarong.

“Pasar ini penting. Jadi mari sama-sama kita dukung, bukan malah menyebar isu yang tidak benar,” ujarnya.

Pihak Disperindag juga menjamin proses penataan dilakukan sebaik mungkin. Lapak akan dibagi sesuai jenis dagangan, agar pasar tertata rapi dan pembeli lebih mudah mencari kebutuhan.

Tak hanya jadi pusat jual-beli, pasar baru ini juga dirancang sebagai ruang interaksi sosial dengan tambahan fasilitas umum dan ruang terbuka hijau.

Dengan konsep modern tersebut, Pasar Tangga Arung diharapkan jadi ikon baru Tenggarong sekaligus pusat ekonomi rakyat.

“Intinya, semua sudah transparan. Pedagang sudah terdata, lapak sudah ada, dan tidak ada jual-beli. Masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkas Fathullah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *