Timesnusantara.com – KUKAR. Desa Kota Bangun Ulu di Kecamatan Kota Bangun tengah mempersiapkan memetik panen buah dari kerja keras warganya.
Kebun cabai dan jagung yang digarap Kelompok Tani Makmur Sejahtera kini tumbuh subur dan siap dipanen, membawa harapan baru bagi kehidupan masyarakat.
Kepala Desa Kota Bangun Ulu, Khairul Umam, ikut meninjau langsung lahan pertanian di RT 21 Dusun Melati. Ia melihat deretan tanaman yang mulai berbuah lebat, hasil kerja tangan para petani yang sejak awal ditanam dengan niat menguatkan ekonomi keluarga sekaligus menjaga ketersediaan pangan lokal.
“Alhamdulillah, cabai dan jagung tumbuh baik. Insyaallah sebentar lagi bisa kita panen bersama,” ucap Khairul saat ditemui, Selasa (9/9/2025).
Panen kali ini menjadi momen istimewa. Bagi petani, hasil yang akan dipetik bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga desa, tetapi juga sudah mendapat tempat di pasar luar daerah. Balikpapan disebut sebagai tujuan utama pasokan hasil bumi dari Kota Bangun Ulu.
Kabar itu menjadi angin segar. Kepastian pasar membuat petani lebih tenang, tidak lagi dihantui rasa cemas jika hasil panen tak laku atau dijual dengan harga murah.
“Pasar Balikpapan sudah siap menerima cabai dari desa kita. Ini peluang besar yang membuat petani makin bersemangat,” jelas Khairul.
Bagi sebagian warga, kesempatan ini dianggap sebagai titik balik. Pertanian yang dulu hanya dikerjakan untuk kebutuhan sendiri, kini bisa memberi dampak lebih luas. Ada kebanggaan tersendiri saat hasil kebun desa mereka bisa dipasarkan di kota besar.
Kelompok tani pun kian mendapat dukungan. Masyarakat melihat pertanian bukan lagi pekerjaan sambilan, melainkan jalan nyata untuk memperbaiki taraf hidup. Anak muda desa ikut terlibat, membantu orang tua mereka merawat tanaman hingga masa panen tiba.
Pemerintah desa yakin, keberhasilan ini akan ikut memperkuat ketahanan pangan daerah. Cabai dan jagung dari Kota Bangun Ulu bisa menyuplai pasar lokal, sekaligus mendukung kebutuhan di luar desa. Dengan begitu, hasil panen tidak hanya bermanfaat bagi petani, tetapi juga menjadi penopang bagi masyarakat yang lebih luas.
“Semoga panen kali ini memberi manfaat besar. Bukan hanya bagi petani, tapi juga seluruh warga yang merasakan dampak ekonomi dari pertanian ini,” tutup Khairul.
