Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUKAR. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus berupaya membuka jalan bagi warganya yang belum menamatkan sekolah.

Salah satu buktinya terlihat dalam kunjungan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, ke PKBM Putri Karang Melenu di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Senin (8/9/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati menyerahkan ijazah kepada 102 peserta didik yang lulus dari program pendidikan kesetaraan, mulai dari Paket A setara SD, Paket B setara SMP, hingga Paket C setara SMA. Suasana penuh haru menyelimuti acara ketika para peserta didik menerima ijazah hasil perjuangan mereka.

Aulia menyampaikan, pendidikan non-formal melalui PKBM adalah jalan keluar bagi masyarakat yang terhambat di jalur sekolah reguler. Menurutnya, setiap warga memiliki hak yang sama untuk menempuh pendidikan, tanpa terkecuali.

“Program kesetaraan ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan terbuka untuk semua. Tidak ada alasan untuk berhenti belajar hanya karena kendala biaya atau usia,” ucapnya.

PKBM Putri Karang Melenu menjadi salah satu lembaga yang berhasil membuktikan konsistensi. Sejak tahun 2019, lembaga ini bekerja sama dengan PT Multi Harapan Utama (MHU). Dari sinergi tersebut, sudah lahir 971 lulusan hingga tahun ini, termasuk 102 orang yang baru saja dinyatakan tamat belajar.

Tidak hanya memberikan kesempatan belajar, PKBM juga membekali peserta dengan keterampilan praktis. Hal ini membuat lulusan tidak sekadar menerima ijazah, melainkan juga memiliki keahlian tambahan yang bermanfaat ketika mereka masuk ke dunia kerja.

Bupati menilai, kolaborasi PKBM dengan pihak swasta dapat dijadikan contoh bagi perusahaan lain di Kukar. Dengan cara itu, dunia usaha bisa hadir lebih dekat untuk berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Kerja sama seperti ini selaras dengan program Kukar Idaman Terbaik. Pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha harus saling menopang agar masyarakat kita punya akses pendidikan sekaligus peluang kerja yang lebih luas,” jelasnya.

Warga yang hadir pun menyambut baik program ini. Mereka menilai keberadaan PKBM memberi semangat baru bagi masyarakat yang sempat berhenti sekolah. Dukungan pemerintah dan perusahaan dianggap menjadi dorongan besar agar pendidikan non-formal makin berkembang.

Bupati berharap, keberhasilan PKBM Putri Karang Melenu bersama PT MHU bisa menjadi inspirasi. Dengan semakin banyak pihak terlibat, akses pendidikan di Kukar akan semakin terbuka, dan cita-cita meningkatkan kualitas SDM bisa tercapai lebih cepat.

“Ini contoh nyata bagaimana dunia usaha dapat ikut serta mencerdaskan kehidupan masyarakat. Mari kita dorong lebih banyak lagi kolaborasi seperti ini di seluruh Kukar,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *