Timesnusantara.com – KUKAR. Panen raya padi varietas Inpari 32 digelar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sidodadi Kelurahan Mangkurawang di lahan pertanian RT 13, Kecamatan Tenggarong, Rabu (10/9/2025).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, bersama Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutai Kartanegara, Ahyani Fadianur Diani, yang hadir mewakili Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.
Hadir pula jajaran perangkat daerah, unsur Forkopimda Kukar, pemerintah kecamatan, lurah beserta jajaran, pengurus Gapoktan, kelompok tani, kelompok wanita tani, hingga penyuluh pertanian lapangan.
Gapoktan Sidodadi menaungi 11 kelompok tani, termasuk dua kelompok wanita, dengan total anggota 362 orang. Adapun luas lahan sawah yang digarap mencapai 239 hektare, ditambah lahan kering 153 hektare.
Produktivitas rata-rata berada pada kisaran 3 sampai 4 ton gabah per hektare. Gapoktan juga menjalin kerja sama dengan Bulog, dengan serapan gabah kering sebesar 97 ton seharga Rp6.500 per kilogram.
Dalam sambutannya, Asisten II Ahyani Fadianur Diani menyampaikan bahwa panen kali ini meneguhkan peran Kukar sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur.
Berdasarkan data BPS Kaltim 2024, luas panen padi di Kukar tercatat 26.744,87 hektare atau 46,80 persen dari total luas panen padi di Kaltim. Dari sisi produksi, Kukar menyumbang 115,10 ribu ton gabah kering giling, atau setara 50,71 persen dari total produksi provinsi.
“Posisi strategis Kukar akan semakin penting dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara, yang diproyeksikan dihuni 4 hingga 5 juta penduduk. Kukar sebagai wilayah penyangga pangan harus siap menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, Pemkab Kukar menempatkan pembangunan pertanian sebagai program prioritas. Transformasi ekonomi dari sumber daya alam tak terbarukan menuju ekonomi berbasis sumber daya terbarukan terus digalakkan, termasuk melalui sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Sejumlah kebijakan telah dijalankan, di antaranya penetapan lima kawasan pertanian berbasis komoditas padi sawah dengan total luas lebih dari 8.093 hektare, pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian, serta modernisasi melalui bantuan alat mesin pertanian (alsintan).
Dukungan tenaga pendamping lapangan juga diperkuat melalui Program Penyuluh Pertanian Swadaya, serta akses permodalan tanpa agunan dan bunga lewat Program Kredit Kukar Idaman (KKI).
Komitmen ini diperluas melalui program Kukar Idaman Terbaik yang diarahkan untuk mewujudkan fondasi pusat pangan, pariwisata, industri hijau yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Meski begitu, masih terdapat sejumlah kendala dalam pengembangan pertanian di Kukar, seperti ketersediaan irigasi, jalan usaha tani, alsintan, serta menurunnya jumlah rumah tangga petani. Pemkab Kukar berharap dukungan Pemprov Kaltim dalam mengatasi hambatan tersebut.
“Dengan pengairan, infrastruktur, dan SDM yang memadai, produktivitas padi akan meningkat, frekuensi tanam bertambah, dan kesejahteraan petani dapat lebih terjamin. Terlebih saat ini sudah ada kebijakan serapan gabah dengan harga lebih layak,” pungkas Ahyani.
