Timesnusantara.com – SAMARINDA – Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, memimpin apel kesiapan gelar pasukan dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026. Apel yang digelar hari ini bertujuan untuk mematangkan kesiapan personel, sarana prasarana, hingga teknis pengamanan di lapangan.

Dalam keterangannya, Irjen Pol Endar Priantoro mengungkapkan bahwa sebanyak 2.263 personel gabungan telah disiagakan untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Total kekuatan pengamanan terdiri dari berbagai unsur instansi:
• Polri: 1.599 Personel
• TNI: 70 Personel (Bawah Kendali Operasi/BKO awal)
• Instansi Terkait: 564 Personel (Satpol PP, Dishub, dll)
Kapolda menjelaskan bahwa pengamanan akan dipusatkan pada dua lokasi yang menjadi sasaran utama massa aksi, yakni:
1. Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur
2. Kantor Gubernur Kalimantan Timur
“Selain dua titik tersebut, objek-objek vital lainnya di sekitar lokasi juga tetap masuk dalam radar pengamanan kami secara proporsional,” ujar Irjen Pol Endar Priantoro.
Menanggapi isu penambahan personel dan pemasangan kawat berduri, Kapolda menegaskan bahwa hal tersebut adalah langkah preventif untuk mencegah pihak-pihak tidak bertanggung jawab melakukan tindakan negatif.
“Paradigma pelayanan kita bukan untuk konfrontasi. Kami mengedepankan pendekatan humanis, preemptif, dan preventif. Jumlah personel yang ditambahkan pun bersifat proporsional, menyesuaikan dengan jumlah massa di lapangan,” tegasnya.
Terkait penggunaan gas air mata, Irjen Pol Endar menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan opsi terakhir. “Ada tahapan dan eskalasinya. Jika situasi memang sangat memerlukan, baru digunakan sesuai kriteria. Jika tidak perlu, ya tidak akan digunakan.”
Di tempat yang sama, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung penuh Polri dalam menjaga ketertiban di Samarinda.
“Secara umum kami menyiapkan kekuatan dari Korem, Kodim, hingga Batalyon 611/Awang Long. Prajurit TNI akan disiagakan di titik-titik kuat dan siap bergerak membantu Polri kapanpun dibutuhkan sesuai aturan yang berlaku,” kata Mayjen TNI Krido.
Pihak keamanan menghimbau kepada para peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan mewaspadai adanya pihak yang ingin “menunggangi” aksi dengan niat tidak baik. Harapannya, aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan lancar tanpa mencederai situasi Kaltim yang damai dan kondusif.
Editor : RF
Sumber : N
