Timesnusantara.com – Samarinda – Dalam kunjungan lapangan Pansus LKPJ DPRD Kota Samarinda, evaluasi juga dilakukan terhadap infrastruktur terowongan serta kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Varian Niaga.
Abdul Rohim menjelaskan bahwa untuk proyek terowongan, rekomendasi sebelumnya terkait pelebaran akses keluar telah ditindaklanjuti dengan baik. Secara fisik, jalur tersebut dinilai sudah layak digunakan.
“Kalau dari sisi kami, terowongan sudah siap. Tinggal menunggu percepatan izin operasional agar bisa segera dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Namun demikian, perhatian Pansus juga tertuju pada kinerja Varian Niaga yang dinilai belum optimal dalam memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari target yang diharapkan, realisasi kontribusi masih sekitar Rp500 juta.
Pansus menemukan bahwa beberapa unit usaha seperti kafe dan wahana jet ski dikelola melalui kerja sama dengan pihak swasta, di mana Varian Niaga hanya memperoleh bagi hasil sekitar 10 persen.
“Ini menjadi catatan serius. Dengan sistem seperti ini, potensi keuntungan yang masuk sangat kecil. Seharusnya bisa dikelola langsung agar margin keuntungan lebih maksimal,” tegas Abdul Rohim.
Pansus berencana memanggil pihak Varian Niaga untuk meminta klarifikasi terkait kebijakan kerja sama tersebut serta mendorong perbaikan tata kelola usaha.
Editor : RF
Sumber : N
