Bagikan 👇

Timesnusantara.com – SAMARINDA – Laju perkembangan teknologi informasi yang kian cepat menuntut masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memiliki literasi digital yang kuat. Kemampuan ini dianggap krusial agar tidak terseret arus negatif di era serba daring.

Anggota DPRD Kota Samarinda, Elnatan Pasambe, menekankan bahwa pembekalan literasi digital bagi pelajar tidak boleh lagi ditunda. Menurutnya, keterampilan digital saat ini sudah setara pentingnya dengan kemampuan membaca dan menulis.

“Literasi digital bukan cuma soal bisa pakai gadget atau main media sosial. Yang lebih penting adalah kecakapan menyaring informasi, membedakan hoaks dari fakta, dan menjaga etika di ruang digital,” jelas Elnatan.

Ia menambahkan, pelajar harus diarahkan untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat produktif, bukan sekadar hiburan. Mulai dari belajar mandiri lewat platform edukasi, membangun portofolio digital, hingga menciptakan karya kreatif yang bermanfaat.

Untuk itu, Elnatan mendorong agar program edukasi digital diperluas jangkauannya. Tidak hanya menyasar sekolah-sekolah formal, tetapi juga merambah ke komunitas remaja, karang taruna, hingga pesantren dan sanggar belajar.

Ia meyakini, langkah masif ini akan membentengi generasi muda dari konten negatif, perundungan siber, serta penyalahgunaan data pribadi. Di sisi lain, penguatan literasi digital juga menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing SDM Samarinda di tengah persaingan global.

DPRD Kota Samarinda, kata Elnatan, siap mendukung kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Kominfo, dan pegiat literasi untuk merancang kurikulum serta pelatihan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Editor : RF
Sumber : A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *