Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda — Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di DPRD Kota Samarinda berlangsung meriah, inklusif, dan penuh kebersamaan meski dengan konsep kolaboratif tanpa menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sepeser pun.

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menjelaskan kegiatan yang berlangsung selama empat hari dari 26–29 Agustus 2026 tersebut murni didukung oleh sponsor dari mitra swasta dan partisipasi swadaya gotong royong dari seluruh anggota DPRD Kota Samarinda.

“Ini kita buktikan, meriah tidak harus pakai APBD. Semua dari sponsor dan urunan teman-teman anggota dewan. Tidak ada satu rupiah pun APBD yang kita pakai untuk HUT RI tahun ini,” ujar Helmi Abdullah.

Menurutnya, konsep tanpa APBD tersebut menjadi bentuk penyesuaian, kepedulian, dan contoh nyata dari DPRD terhadap kondisi efisiensi anggaran yang sedang menjadi kebijakan nasional dan kondisi fiskal daerah.

“Kita tahu semua sedang efisiensi. DPRD harus beri contoh. Kita tetap bisa merayakan kemerdekaan dengan meriah tanpa harus membebani APBD. Ini bentuk tanggung jawab kita,” tegasnya.

Meski demikian, kemeriahan dan kemaknaan peringatan kemerdekaan tetap dapat diwujudkan bahkan lebih semarak melalui kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak.

Kegiatan yang digelar pun sangat beragam dan menyentuh langsung masyarakat, meliputi bazar UMKM yang diikuti 32 pelaku usaha lokal, lomba karaoke antar-kecamatan dan OPD, festival band pelajar tingkat SMA/SMK, donor darah, jalan sehat bersama warga, serta pemeriksaan kesehatan gratis.

“Lihat saja, ada bazar UMKM, ada panggung pelajar, ada lomba OPD, ada jalan sehat, ada cek kesehatan gratis. Semua ada dan semua meriah. Ini karena gotong royong. Semua ikut membantu,” tambahnya.

Helmi menilai kegiatan tersebut juga menjadi ruang yang efektif untuk memperkuat hubungan silaturahmi dan kebersamaan antara anggota DPRD, Sekretariat DPRD, Pemerintah Kota, dan masyarakat.

Semangat gotong royong dinilai menjadi nilai utama, nilai luhur warisan para pahlawan, yang paling relevan dan harus terus dihidupkan dalam mengisi kemerdekaan di era saat ini.

“Inilah gotong royong yang sebenarnya. Tanpa APBD kita bisa tetap meriah kalau kita gotong royong. Ini semangat kemerdekaan yang ingin kita tularkan,” pungkasnya.

Editor: RF
Sumber: A

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *