Bagikan 👇

Timesnusantara.com, KUKAR – Menghadapi pertandingan bukan hanya soal kekuatan fisik dan penguasaan teknik. Kesiapan mental menjadi faktor penting yang menentukan penampilan atlet di arena. Hal inilah yang menjadi fokus Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui pelatihan character building bagi atlet Hapkido.

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, di Hotel Grand Fatma Tenggarong, Minggu (18/10/2026). Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Oktober 2026, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya.

Ali mengatakan, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan atlet agar lebih siap menghadapi tekanan pertandingan sekaligus mendukung pencapaian target prestasi olahraga Kukar.

Menurutnya, kecemasan menjelang pertandingan merupakan hal yang wajar dialami atlet. Namun, kondisi tersebut perlu dikelola agar tidak mengganggu konsentrasi dan kepercayaan diri saat bertanding.

“Semakin mendekati hari pertandingan, hampir semua atlet pasti merasakan kecemasan. Melalui pelatihan ini, kita berupaya memberikan dukungan agar kecemasan tersebut berkurang dan berganti dengan semangat juang yang tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembentukan karakter menjadi perhatian penting bagi atlet Hapkido karena olahraga bela diri sangat mengandalkan kemampuan individu. Selain keterampilan teknik, atlet juga dituntut memiliki pengendalian diri, kedisiplinan, dan mental yang kuat.

Karena itu, peserta diharapkan tidak sekadar mengikuti materi selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menerapkannya dalam latihan sehari-hari maupun ketika menghadapi pertandingan.

Dispora Kukar juga berencana melanjutkan program serupa dengan melibatkan narasumber psikologi dalam agenda pembinaan berikutnya. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu atlet menghadapi tekanan sekaligus meningkatkan kesiapan mereka sebelum turun ke arena.

Sementara itu, Ketua Panitia, Agung Susilo, menilai pelatihan character building penting untuk membentuk atlet yang tangguh, disiplin, mampu mengendalikan emosi, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Ia berpesan agar para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh, menghormati narasumber dan pelatih, serta menjaga kekompakan selama kegiatan.

Menurutnya, prestasi harus diperjuangkan melalui kerja keras, latihan terarah, dan kedisiplinan. Namun, keberhasilan seorang atlet tidak semata-mata diukur dari kemenangan, melainkan juga dari sikap ketika menghadapi tantangan dan menghormati lawan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap atlet Hapkido semakin matang secara mental dan karakter sehingga mampu menghadapi persaingan dengan lebih percaya diri serta memberikan kontribusi bagi kemajuan olahraga di Kutai Kartanegara,” tutupnya. (Adv)

Editor : RF
Sumber : AND

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *